Eksistensi Keramik Mulai Tergerus

 700 total views,  2 views today

Ilustrasi Sample Keramik

Ilustrasi Sample Keramik

PALEMBANG – Perlahan tapi pasti kehadiran granit (keramik dari batu alam) kini mulai menunjukkan eksistensinya di bisnis properti di Palembang khususnya dan Sumsel pada umumnya. Tak ayal keadaan ini membuat pasar keramik di Sumsel mulai tergerus Ini terbukti dari adanya peralihan permintaan masyarakat dari keramik ke granit.

“Memang sekarang ini pendapatan per kapita di Sumsel terus meningkat seiring dengan membaiknya ekonomi Sumsel yang ditunjang dengan banyaknya infrastruktur yang dikerjakan. Saat ini pun sudah mulai terasa dan kami prediksikan granit akan menggeser pasar keramik,”kata Owner Istana Bangunan, Halim Wijaya, beberapa waktu lalu.

Menurut dia, peralihan penggunaan keramik ke granit dalam setiap bangunan dapat dikatakan sudah menjadi tren dan gaya hidup masyarakat sekarang ini. Masyarakat cenderung memilih granit lantaran praktis, dan mudah dipasang.

Disamping itu, kata dia, keunggulan lain dari granit jika dibandingkan keramik yakni keramik tidak melalui proses pemolesan sehingga warnanya tidak terus mengkilat serta faktor kekuatan jauh lebih unggul dari keramik.

“Penggunaan granit bukan saja digunakan pada bangunan rumah individu, melainkan pula digunakan pada proyek pemerintah dan lainnya seperti mall, hotel, maupun gedung perkantoran,”ujarnya.

Dia menilai peralihan keramik ke granit yang didominasi warna cream dan terang ditahun ini akan terus terlihat seiring dengan banyaknya pembangunan yang dilakukan pemeirntah, terutama di kawasan Jakabaring dan sekitarnya.

Dia mengaku, konsumen yang datang di Istana Bangunan Kertapati ini bukan saja bersal dari Palembang, melainkan pula dari daerah di Sumbagsel seperti Ogan Ilir, Prabumulih, OKI, Banyuasin, Muba, Muaraenim, hingga Lampung.

“Beberapa tahun lalu granit tidak dipilih masyarakat karena harganya yang tinggi. Namun kini granit menjadi pilihan. Bayangkan saja dari penjualan granit sudah mencapai 30% dari penjualan keramik yang menyentuh sekitar 15.000 dus per bulan. Untuk stok terus ditambah guna memenuhi kebutuhan masyarakat,”terangnya.

Soal banyaknya kompetitor yang membuka store bahan bangunan berkonsep modern di Palembang, lanjut Halim, pihaknya tidak begitu mempermasalahkan hal itu dan menerapkan strategi guna memenangkan pasar.

“Mulai dari service ditingkatkan. Setiap konsumen dilayani layaknya rekan dengan harapan konsumen nyaman dalam memilih item bangunan yang dipilih. Disini (Istana Bangunan) memiliki banyak item pilihan sehingga memudahkan konsumen. Bahkan kami juga membenahi display hingga memberikan surprise kepada konsumen yang berulang tahun maupun selamatan rumah. Inilah yang jarang dilakukan,”jelasnya.

Sementara itu, Supervisor Istana Bangunan, Anita menambahkan untuk harga granit dimulai dari harga Rp108.000 per meter hingga jutaan rupiah. Sedangkan harga keramik minimum dimulai Rp40.000 per dus hingga ratusan ribu rupiah.

“Saat ini masih didominasi keramik arwana yang dipilih masyarakat menengah ke bawah. Sementara masyarakat menengah cenderung memilih keramik platinum, KIA dan IKAT. Begitu pun masyarakat menengah ke atas memilih keramik Roman. Tapi secara perlahan demand granit terus menunjukkan peningkatan dibandingkan dengan demand keramik,”ucap Anita.

 

TEKS : ROMI MARADONA

EDITOR : IMRON SUPRIYADI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster