Tim Jokowi dan Prabowo Saling Serang

 254 total views,  2 views today

Ilustrasi Jokowi vs Prabowo | Ist

Ilustrasi Jokowi vs Prabowo | Ist

PALEMBANG – Aksi saling kritik, kini mulai memanaskan suasana menjelang pemilihan presiden (pilpres) di Sumatera Selatan (Sumsel). Kedua tim pemenangan pasangan presiden (capres)-calon wakil presiden (cawapres) di Sumsel tersebut, saling serang.

Tim Pemenangan Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK), menuding petinggi-petinggi negara yang berasal dari Sumsel seperti Hatta Radjasa, yang kini menjadi cawapres mendampingi Prabowo dan Ketua DPR RI, Marzuki Alie, selama ini tidak memberikan kontribusi signifikan untuk pembangunan Sumsel.

Ketua Tim Pemenangan  Jokowi-JK Sumsel, Eddy Santana Putra (ESP) menyebut capres, Hatta Rajasa, tak terbukti memperjuangkan rakyat Sumsel selama 15 tahun berkiprah di pemerintahan.

“Apa yang dia berikan dan dirasakan masyarakat Sumsel, saya rasa tidak ada,” kata Eddy saat memberikan sambutan dihadapan para pendukung Jokowi-JK di posko induk Jokowi-JK,  Jalan Tanjung Api-Api, Palembang, kemarin.

“15 tahun disana, Hatta Rajasa itu tak ada bukti bagi Sumsel. Giliran mau maju, datang ke Sumsel menyebut sebagai putra daerah,” kritik Ketua DPD PDI Perjuangan Sumsel ini.

Bahkan kata mantan Wali Kota Palembang ini menyebut, Desa Jejawi, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI),  tempat asal Hatta Rajasa, akses jalannya masih rusak. Tak hanya Hatta, kontribusi Marzuki Alie yang merupakan salah satu tim pemenangan Prabowo-Hatta, juga mendapatkan kritikannya.  “Marzukie Alie orang Sumsel, yang menjabat sebagai Ketua DPR RI. Namun hingga saat ini kontribusinya belum dapat dirasakan masyarakat Sumsel,” tudingnya.

Sementara itu di tempat berbeda, Bendahara Tim Pemenangan Prabowo-Hatta Sumsel, Yudi F Bram menyebut bangsa ini masih perlu pemimpin dari latar belakang meliter. Sebab banyak persoalan bangsa menurutnya, yang penyelesaiannya dibutuhkan seorang pemimpin yang tegas.

“Apa cukup pemimpin yang hanya blusukan, masuk got dan ke got. Sementara persoalan keamanan mulai dari Aceh hingga Papua, butuh penyelesaian. Bagaimana menghadapi persaingan dengan bangsa luar, jika pemimpinnya tidak tegas,” kritik Yuddi.

Menurut Yudhi, jika seorang pemimpin benar-benar iklhas dalam memimpin maka blusukan yang dilakukan untuk mencari persoalan masyarakat itu, tidak perlu di ekspose oleh media. “Jika di ekspose oleh media, itu bukan blusukan tetapi pencitraan. Itu dalam hukum Islam namanya riya. Hatta Radjasa selama 15 tahun menjadi menteri, juga sering melakukan blusukan namun tidak pernah di ekspose ke media, karena ia tidak mau,” ujarnya.

Anggota penasehat Tim Pemanangan Prabowo-Hatta Sumsel, May Jend TNI (Purn) Syahrial BP Paliung menambahkan, Prabowo-Hatta adalah orang yang tepat untuk memimpin bangsa ini kedepan. “Saya kenal dengan Prabowo, ia teman satu angkatan saya. Orangnya cerdas, karena selalu ingin belajar. Prabowo pun tidak elitis seperti dituduhkan selama ini, sebab ia juga adalah Ketua Kerukunan Tani dan Nelayan Indonesia. Sementara wakilnya, Hatta Radjasa adalah putra terbaik Sumsel, tidak salah jika kita mendukung Prabowo-Hatta” tukasnya.

 

Teks : Dicky Wahyudi





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster