Pleno Penetapan DPT Dibatalkan ?

 223 total views,  2 views today

Suasana Rapat Pleno di Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Empat Lawang

Suasana Rapat Pleno di Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Empat Lawang

EMPAT LAWANG – Beberapa agenda Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Empat Lawang sepertinya kurang koordinasi. Tercatat sudah dua kali terjadi pembatalan rapat pleno penetapan Daftar Pemilih Sementara (DPS) untuk Pemilihan Presiden (Pilpres).  Padahal undangan, seperti dari Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), unsur partai politik (Parpol) dan tim sukses sudah hadir.

Seperti agenda pleno penetapan DPT Pilpres, Sabtu (7/6) di Hotel KITO Tebing Tinggi. Agenda ini terpaksa dibatalkan setelah sempat ditunda beberapa jam oleh sekretariat KPUD Empat Lawang. Alasan pembatalan pun cukup ironis, karena para komisioner KPUD Empat Lawang tidak hadir.

Pembatalan membuat kecewa para undangan, sebab telah meluangkan waktu, biaya transportasi dan dianggap memperlambat agenda pilpres. “Sudah nunggu ber jam-jam dibatalkan, harusnya pihak KPUD profesional dalam merancang kegiatan,” cetus salah satu undangan perwakilan parpol yang hadir.

Pantauan wartawan Kabar Sumatera dilapangan, pleno KPUD pembahasan DPS Pilpres seyogyanya dimulai pukul 09.00 WIB. Mesipun undangan sudah lengkap, pleno terpaksa di undur beberapa jam, karena menunggu kehadiran komisioner KPU.

Namun hingga pukul 13.00 WIB, ternyata hanya Ketua KPU Empat Lawang, A Rivai saja yang hadir. Karena komisioner KPU tak lengkap, pleno pun dibatalkan. Sekretaris KPU Kabupaten Empat Lawang, M Mursadi ketika dikonfirmasi tak menampik pembatalan pleno penetapan DPS pilpres.

Namun dia memastikan, semua agenda kegiatan KPU sudah dikoordinasikan pihak sekretariat dengan komisioner. “Ya batal, kita juga kecewa komisioner tak hadir padahal sudah diingatkan sebelumnya,” aku Mursadi.

Dia menjelaskan, pleno digelar sesuai jadwal dan sebenarnya banyak hal akan ditetapkan, seperti adanya penambahan DPS, pengurangan PPS maupun sosialisasi adanya aturan-aturan terkait pilpres.

Tentunya, pembatalan agenda bisa membuat kecewa semua pihak, bahkan jika tidak dilakukan secepatnya kemungkinan merusak agenda pilpres dan mencederai demokrasi.  “Entah kapan mau dilaksanakan lagi, kita koordinasikan dahulu saja agar tak miss komunikasi lagi,” katanya.

Secara terpisah, komisioner KPU Empat Lawang, A Majid saat dikonfirmasi melalui ponselnya mengaku, tidak mengetahui adanya jadwal agenda pleno DPS pilpres tersebut. Kendati diinformasikan kata Majid, ia tetap tidak bisa hadir karena masih di Jakarta bertugas menghadapi sidang sengketa Pileg di Mahkamah Konstitusi (MK). “Nah kurang tahu jadwal itu, saya juga masih di Jakarta. Yang jelas, kita ikut saja apa hasil pleno,” tukasnya.

 

TEKS              : SAUKANI

EDITOR          : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster