“Pertamini” Marak di Pelosok, Para Pemilik Klaim Sudah Ada Izin

 176 total views,  2 views today

 

Ilustrasi Pertamini | Dok KS

Ilustrasi Pertamini | Dok KS

INDRALAYA – Tingginya animo masyarakat di daerah pelosok untuk memiliki sepeda motor ternyata berimbas pada meningkatnya konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM), jenis bensin maupun solar.

Warga yang memiliki modal memanfaatkan peluang tersebut dengan membuka bisnis minyak berlebel “Pertamini”. Bahkan, saat ini pun sudah menjamur bisnis tersebut hingga mencapai 200 kios “Pertamini”

Pemilik kios “Pertamini” juga mengkalim, sudah mengantongi izin usaha dari berbagai pihak termasuk izin mendapatkan suplay BBM dari sebuah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), resmi.

Para pemilik kios “Pertamini” jangan hanya mengambil dari keuntungan penjualan, namum harus memperhatikan keselamatan prihal kinerja mesin tersebut.

Pantauan Kabar Sumatera, Minggu (8/6), menjamurnya “Pertamini” sudah terlihat di pelosok Kecamatan Tanjung Batu. Tidak sampai di situ, kios “Pertamini” juga bisa dijumpai di Kecamatan Payaraman hingga Kecamatan Muara Kuang.

Para pemilik kios berdalih, dibukanya kios tersebut membantu pemilik kendaraan untuk mendapatkan BBM lebih mudah dan cepat dari pada harus membeli di SPBU resmi yang jaraknya bisa mencapai 10 km.

Meski harga yang dijual cukup mahal yakni Rp 8.000 perliternya, namun tidak menyurutkan niat pemilik motor untuk membelinya dengan alasan kebutuhan.

Adriansyah (28), pemilik kios “Pertamini”, warga KelurahanTanjung Batu Timur, mengaku sejak mengunakan alat pengisian tersebut terjadi peningkatan penjualan cukup besar.

Menurutnya, dalam sehari, dirinya mampu menjual 30-45 liter setiap harinya.

“Pendapatan ini meningkat dari sebelumnya. Kalau dulu saya pakai botol hanya terjual 10-15 liter setiap harinya,” tuturnya.

Ia menambahkan, masyarakat percaya lantaran takaran perliternya sesuai. Masalah mesin pun sangat aman bila terjadi kebakaran karena alat yang digunakan merupakan proteksi aman dan berstandar Nasional Indonesia (SNI).

“Tidak heran kalau jenis usaha ini sangat menjamur karena harga perliternya masih terjangkau dan juga aman digunakan, penjualan pun ikut mengalami peningkatan. Bagi yang berminat rasanya tidak rugi bila menginvestasikan dana diperuntukan untuk usaha  ini. Untuk satu mesin saja sekitar Rp 2juta,“ kata Adriansyah.

Disinggung asal BBM didapat, Adrainsyah menjelaskan, dirinya mendapat suplay BBM dari SPBU yang ada di Meranjat. Hal itu menurutnya resmi lantaran sudah mengantongi izin dari berbagai pihak.

“Saya dapat jatah 60 liter setiap pengisian dengan membawa surat. Izin macam-macam ada dari desa, kelurahan hingga Diskoperindag OI. Intinya kami ada izin,” ungkapnya.

Sementara itu, Ahmad Syarif (30), warga Tanjung Batu mengaku, keberadaan kios tersebut dinilai sangat memudahkan masyarakat mendapatkan BBM baik jenis bensin maupun solar.

“Kalau mau ke kios resmi ada SPBU Meranjat jauh, jaraknya 5 km itu pun kalau ada. Suka antri lama jadi lebih baik beli yang dekat. Meski Rp 8000 perliter, tapi masih terjangkau,” ujarnya.

 

Teks : Junaedi Abdillah/Nofriyadi(MG)

EDITOR; SARONO P SASMITO 

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster