Waspadai Makanan dan Minuman Kadaluarsa

 228 total views,  2 views today

Ilustrasi Foodmart

Ilustrasi Foodmart

EMPAT LAWANG – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Empat Lawang memperingatkan, agar warga lebih waspada terhadap peredaran makanan dan minuman kadaluarsa.

Pasalnya, setiap menjelang ramadhan dan Idul Fitri, makanan dan minuman kadaluarsa sering beredar di pasaran.  “Jelang ramadhan, warga harus mewaspadai makanan dan minuman yang sudah kadaluarsa. Sebelum membeli, periksa dulu tanggal kadaluarsa nya,” himbau Kepala Disperindag Kabupaten Empat Lawang, H Burhansyah, Jumat (6/6).

Biasanya kata Burhansyah, makanan dan minuman kadaluarsa tersebut adalah makanan cepat saji dan minuman kaleng termasuk kue kering dalam kemasan. Sejauh ini terangnya, belum ada temuan makanan dan minuman kadaluarsa yang beredar di pasaran di Kabupaten Empat Lawang.

Tetapi makanan dan minuman kadaluarsa itu, memungkinkan beredar saat adanya peningkatan permintaan dari masyarakat.  Apalagi kata Burhansyah, pada beberapa daerah terpencil kerap didatangi pedagang musiman.

Peredaran makanan dan minuman kadaluarsa ini sebut Burhansyah, menjadi salah satu perhatian serius Disperindag.  “Kalau ditemukan segera lapor, karena makmin kadaluarsah bisa membahayakan konsumen,” tegasnya.

Dalam waktu dekat, disperindag melibatkan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) dan beberapa pihak akan melakukan sidak pada sejumlah pasar di Empat Lawang. Selain pengawasan makanan dan minuman kadaluarsa, Disperindag juga terangnya, akan melakuan pendataan harga dan stock sembako.

“Kita ada informasi penimbunan sembako, ini pemicu kenaikan harga dipasaran,” kata Burhansyah seraya mengingatkan, agar para pedagang lebih mengedepankan kepentingan konsumen, jangan sampai untuk keuntungan pribadi sehingga melakukan hal-hal yang merugikan atau bahkan membahayakan konsumen.

Sementara itu, informasi yang dihimpun Kabar Sumatera, harga sembako di Pasar Tebing Tinggi, saat ini masih relatif stabil. Kendati ada kenaikan, tetapi belum secara signifikan. Dari keterangan sejumlah pedagang, stok sembako mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga perayaan Idul Fitri 1435 Hijiriyah mendatang.

Dar (42), salah satu  pedagang manisan di Pasar Tebing Tinggi mengaku, memang ada kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok namun kenaikannya tidak signifikan. Misalnya, harga beras dari sebelumnya Rp 8.500 per kilogram kini menjadi Rp 9000 per kg.

Kemudian harga gula pasir dari sebelumnya Rp 11.000 per kg kini naik menjadi Rp 12 ribu per kg, sementara minyak goreng dari Rp 12 ribu menjadi Rp 14 ribu per kg. “Kenaikan ini masih wajar, kami hanya menyesuaikan harga pasokan dari agen dan dibeberapa pasar daerah lain,” urainya.

 

TEKS              : SAUKANI

EDITOR          : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster