Inspektorat OKU Usut Kasus Penjualan Aset Desa

 224 total views,  2 views today

BATURAJA  – Tim Inspektorat Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan melakukan pendataan dan pengusutan kasus penjualan aset Desa Marga Mulya Kecamatan Sinar Peninjauan yang diduga dilakukan oleh oknum perangkat desa dan BPD setempat.

Pantauan di lapangan, Kamis tim dari Inspektorat berjumlah tiga orang yang diketuai Joni Basir mulai melakukan pendataan beberapa aset Desa Marga Mulya yakni penjualan sapi Bantuan Gubernur (Bangub) sebanyak enam ekor, penjualan tanah pasar dan penjualan kavlingan tanah di Blok G2 desa setempat sebanyak lebih dari 40 hektare.

Dari pantauan tersebut, terlihat jelas papan nama pasar unit 15 Desa Marga Mulya yang telah berdiri sejak 1991 masih berdiri kokoh, namun sebelumnya salah satu oknum perangkat desa Sub mengakui tidak pernah ada pasar di wilayah setempat sejak 1991.

“Sesuai yang diperintahkan Pejabat Bupati Ogan Komering Ulu (OKU), H Kuryana Aziz untuk menelusuri tiga poin, yakni penjualan tanah pasar seluas 50×50 meter, sapi Bangub dan tanah kavlingan di Blok G2,” kata Ketua Tim Inspektorat OKU, Joni Basir saat melakukan audit di Desa Marga Mulya Baturaja, Kamis.

Dikatakannya, audit dilakukan meminta keterangan para sesepuh dan tokoh masyarakat di desa setempat untuk menanyakan aset desa yang sudah dijual.

Ia mengungkapkan, selain sesepuh dan tokoh masyarakat, juga akan memanggil 12 orang oknum pelaku yang merupakan perangkat desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD), termasuk Dd menjabat Plt Kades lama.

Dikemukakannya, seluruh perangkat yang terlibat akan dipanggil guna melihat dokumen mulai proses perencanaan hingga terjadinya penjualan aset desa milik pemerintah setempat.

“Sudah kami kirim surat panggilan kepada yang bersangkutan. Untuk pelaku Dd akan kami buatkan Berita Acara Permintaan Keterangkan (BAPK) karena merupakan objek utama dalam kasus ini,” tegasnya.

Menurut dia, jika para objek pelaku tidak mengindahkan surat panggilan yang diberikan, Ispektorat akan menyerahkan kasus ini kepada pihak berwenang agar diproses secara hukum.

“Namun sebelumnya akan kami konsultasikan dulu dengan bupati, semua data yang kami temukan di lapangan akan kami laporkan,” katanya.

“Untuk fakta di lapangan sementara diduga aset desa memang dijual, tinggal pembuktian dokumen prosedur penjualan,” ungkapnya.


Teks    : MUSLIM

EDITOR  : SARONO P SASMITO





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster