Uang Pelayanan Belum Dibayar, Karyawan RSUD Banyuasin Datangi Dirut

 205 total views,  2 views today

 

rsud-banyuasin

RSUD Banyuasin

BANYUASIN – Puluhan karyawan RSUD Banyuasin, Kamis (5/6), beramai-ramai mendatangi Direktur Utama (Dirut) RSUD Banyuasin, guna mempertanyakan uang jasa pelayanan dari program Jamsoskes di RSUD Banyuasin yang belum diterima.

Walau pun begitu, pantauan Kabar Sumatera, aksi spontan yang dilakukan karyawan RSUD Banyuasin ini tidak menganggu pelayanan. Pelayanan di rumah sakit tersebut, tetap berjalan lancar. Tidak ada pasien yang terlantar.

Informasi yang dihimpun, ratusan karyawan tersebut sempat bertemu dengan Dirut RSUD Banyuasin, dr Hj Eka Mutika. Setelah bernegoisasi, akhirnya hak karyawan tersebut dibayarkan. Setelah uang jasa pelayanan itu dilakukan pembayaran satu persatu di ruang bendahara,  mereka kembali bekerja seperti semula.

Ibrahim, salah seorang karyawan RSUD Banyuasin yang dibincangi Kabar Sumatera mengaku, uang jasa pelayanan itu tidak dibayarkan manajemen RSUD Banyuasin sejak 2011-2012.  Nilanya sebut dia, mencapai Rp 1 miliar untuk 362 orang tenaga medis, paramedis serta non medis. “Kami menuntut hak kami, yang belum dibayarkan manajemen rumah sakit,” terang Ibrahim.

Ia menjelaskan, setelah ratusan karyawan mendatangi Dirut RSUD Banyuasin dan melakukan negoisasi, akhirnya hak-hak karyawan tersebut dibayarkan.  “Yang kami sesalkan, kenapa hak kami tersebut pembayarannya diulur-ulur,” terangnya.

“Kedepan, kami berharap pihak manajemen lebih terbuka dengan para karyawan. Kalau terbuka, kejadian seperti hari ini tidak perlu terjadi,” ucapnya.

Senada dikatakan Jakfar, salah satu perawat di RSUD Banyuasin. Ia menyayangkan keterlambatan pembayaran uang jasa tersebut. Menurutnya, keterlambatan pembayaran jasa pelayanan dari program Jamsoskes di RSUD Banyuasin itu terkuak, setelah dilakukan pemeriksaan oleh Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Sumsel.

“Uang tersebut terdiri dari giro sebesar Rp 360 juta dan Rp 700 juta, artinya totol keseluruhan dana yang harus diterima karyawan sebesar Rp 1 milyar. Jika itu tidak dibayarkan, atau kurang maka kasus ini akan kami lanjutkan,” ancamnya.

Sementara itu Dirut RSUD Banyuasin, dr Hj Eka Mutika yang dikonfirmasi di ruang kerjanya, membantah jika ada kesengajaan menahan pembayaran uang jasa pelayanan kepada karyawannya tersebut.

Menurutnya keterlambatan pembayaran uang jasa itu dikarenakan, klaim dari RSUD Banyuasin yang belum dibayarkan Dinas Kesehatan (Dinkes) sejak  September-November 2013.

“Kami telah membayar uang jasa itu ke karyawan, sekarang tidak ada lagi masalah. Namun untuk September dan November, RSUD masih berpiutang dan masih menunggu verifikasi,” tukasnya.

 

TEKS              : DIDING KARNADI

EDITOR          : DICKY WAHYUDI

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster