Tak Miliki KTP Didenda Rp 30 Ribu

 242 total views,  2 views today

Operasi yustisi yang digelar Sat Pol PP Kabupaten Muaraenim di Simpang Kepur, Kota Muaraenim.

Operasi yustisi yang digelar Sat Pol PP Kabupaten Muaraenim di Simpang Kepur, Kota Muaraenim.

MUARAENIM – Masyarakat di Kabupaten Muaraenim, yang tidak memiliki identitias kependudukan seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP), nampaknya tidak bisa lagi berleha-leha. Mereka harus segera mengurus KTP tersebut, jika tidak ingin terjaring dalam razia yustisi yang digelar Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP).

Operasi yustisi ini, Kamis (5/6), digelar Sat Pol PP Kabupaten Muaraenim di Simpang Kepur, Kota Muaraenim. Pantauan Kabar Sumatera, masyarakat yang melintas di kawasan tersebut baik yang berjalan kaki maupun menggunakan kendaraan dihentikan.  Mereka diminta menunjukkan KTP miliknya.

Dari operasi yustisi tersebut, ada 96 warga yang terjaring. Mereka tidak bisa menunjukkan KTP, sehingga harus mengikuti sidang yustisi di tempat. Warga yang tidak bisa menunjukkan indentitas kependudukan tersebut, diberikan sanksi denda Rp 30 ribu atau dikurung selama satu malam.

“Mereka yang terjaring, karena tidak bisa menunjukkan KTP. Mereka langsung kita sidang di tempat, karena telah melakukan tindak pidana ringan. Kita berharap melalui razia ini, akan muncul kesadaran masyarakat untuk memiliki KTP, sebagai identitas diri,” kata Kepala Sat Pol PP Muaraenim, Riswandar.

Menurut Riswandar, operasi yustisi itu digelar sesuai dengan Surat Keputusan (SK) Bupati Muaraenim Nomor 180/ KPTS/ Pol-PP-LM/ 2014 tentang Pembentukan Panitia Pembina Penyidik PNS Dalam Kabupaten Muaraenim.

Riswandar menyebut, denda yang ditarik dari warga yang terjaring razia tersebut akan langsung diserahkan ke kas daerah. Ia juga menerangkan, selain razia KTP, Sat Pol PP juga merazia pengendara kendaraan yang membawa senjata tajam dan membawa narkoba.

“Ini razia yustisi pertama yang kita gelar di tahun ini, razia ini digelar oleh tim yustisi yang merupakan gabungan dari Sat Pol PP, Dishub, Kejari dan PN Muaraenim. Total ada 60 personil, yang kita terjunkan hari ini,” jelasnya.

Ia berharap melalui razia tersebut, dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk memiliki KTP. “Sekarang tidak ada alasan lagi, bagi warga negara untuk tidak memiliki KTP. Karena pembuatan KTP, sudah gratis,” terangnya.

Sementara itu jaksa yustisi dari Kejari Muaraenim, Fedrik Adhar menyebut, sidang yang dilakukan bagi warga yang terjaring operasi yustisi tersebut memang dilakukan secara cepat dan ditempat.

“Mereka dijerat dengan pelanggaran ringan, sehingga didenda Rp 30 ribu atau dikurung selama satu hari. Kita berharap melalui razia ini, masyarakat memiliki kesadaran hukum dengan membawa atau memiliki KTP. Karena KTP, karena merupakan identitas diri sebagai warga negara Indonesia,” tukasnya.

 

TEKS              : SISWANTO

EDITOR          : DICKY WAHYUDI

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster