Stop Pencemaran Sungai Musi !

 316 total views,  2 views today

Ilustrasi Sungai Musi yang Penuh Sampah Enceng Gondo | Dok KS

Ilustrasi Sungai Musi yang Penuh Sampah Enceng Gondo | Dok KS

PALEMBANG  – Kondisi Sungai Musi saat ini benar-benar memprihatinkan. Pencemarannya dari hari ke hari makin mengkhawatirkan. Padahal keberadaan badan air ini sangat penting untuk memenuhi hajat hidup orang banyak. Oleh karena itu diperlukan langkah-langkah serius dan kongkrit untuk menghentikan pencemaran Sungai Musi. Kalau tidak sekarang kapan lagi.

Sebagai bentuk kepedulian itu aktivis lingkungan yang tergabung dalam organisasi Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumatera Selatan mengajak masyarakat setempat untuk menghentikan tindakan yang dapat mengakibatkan tercemarnya air Sungai Musi.
“Masyarakat Kota Palembang serta kabupaten dan kota lainnya yang berada di sekitar daerah aliran Sungai Musi untuk menghentikan tindakan yang dapat mengakibatkan pencemaran air sungai tersebut, agar tetap bisa dimanfaatkan sebagai sumber penghidupan,” kata Direktur Eksekutif Walhi Sumatera Selatan Hadi Jatmiko, Kamis (5/6) kemarin.
Pada acara kampanye `Stop Cemari Musi” dalam rangka memperingati Hari Lingkungan di Sungai Musi, depan objek wisata Benteng Kuto Besak Palembang, ia mengatakan tindakan pencemaran sungai bisa dimulai dari rumah tangga, lingkungan tempat kerja, sekolah, dan tempat aktivitas lainnya.
Masyarakat mulai sekarang tidak boleh lagi membuang sampah rumah tangga, limbah cair, dan benda apapun yang dapat mencemari air Sungai Musi, karena air sungai dijadikan oleh mayoritas masyarakat Sumsel untuk memenuhi kebutuhan air minum dan kebutuhan hidup lainnya.
“Jika tidak dimulai dari sekarang, kapan lagi kita melakukan upaya penyelamatan lingkungan dan pencemaran sungai. Apakah harus menunggu lingkungan rusak dan air sungai Musi tidak bisa dimanfaatkan lagi untuk kebutuhan hidup dan aktivitas sehari-hari,” ujarnya.
Dia menjelaskan berdasarkan penelitian aktivis lingkungan, Sungai Musi mulai mengalami pencemaran, meskipun kondisinya sekarang ini masih dalam ambang batas dan wajar.
Kondisi pencemaran tersebut tidak boleh dibiarkan terus-meneus terjadi, karena bisa berakibat fatal karena pencemaran akan semakin berat jika tidak ada upaya penyelamatannya dari sekarang, dikhawatirkan air Sungai Musi bisa tidak layak lagi untuk dikonsumsi.
Melalui kampanye “Stop Cemari Musi” dan gerakan penyelamatan lingkungan hidup yang dilakukan oleh aktivis lingkungan yang tergabung dalam Walhi Sumsel serta organisasi peduli lingkungan lainnya, diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk berpartisipasi bersama-sama melakukan gerakan pencegahan pencemaran Sungai Musi dan pelestarian lingkungan secara umum, ujar Hadi.

 

Teks   : Alam Trie Putra

Editor : SARONO P SASMITO





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster