PKL Dideadline Dua Minggu Untuk Pindahkan Dagangan dari Taman Kota

 309 total views,  2 views today

Pedagang kaki Lima yang Berdagang di Pusat Kota Muaradua

Pedagang kaki Lima yang Berdagang di Pusat Kota Muaradua, | Dok KS

MUARADUA – Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Kabupaten OKU Selatan akan menertibkan kepada Pedagang Kaki Lima (PKL) yang menggelar lapak dagangannya di Taman Kota Muaradua. Untuk tahap awal, Sat Pol PP melayangkan surat teguran kepada PKL tersebut.

Kepala Sat Pol PP Kabupaten OKU Selatan, Abdi Irawan melalui Kepala Seksi (Kasi) Trantib, Amdin menyebut, saat ini ada lima PKL yang berdagang di taman kota tersebut. Mereka sebut Amdin, menggelar berbagai dagangan seperti gorengan, pecel, bakso, kembang api dan buah-buahan.

“Kita sudah melayangkan surat teguran kepada lima PKL tersebut, teguran ini adalah tindaklanjut dari surat Lurah Pasar, Kecamatan Muaradua Nomor 650/092/kel.MD/2014, tanggal 14 mei 2014 tentang larangan PKL berdagang di sekitar lokasi taman kota,” jelasnya.

Dalam surat teguran tersebut jelas Amdin, kelima PKL tersebut diberikan waktu selama dua minggu untuk segera pindah dari lokasi tersebut. Jika surat teguran itu tidak dipedulikan, maka akan dilayangkan kembali surat peringatan kedua sampai dengan surat teguran ketiga.

“Jika masih tidak dipedulikan juga, barulah kita akan melakukan penertiban. Mereka jangan berkecil hati, jika nantinya barang dagangan mereka kita sita saat penertiban dilakukan,” ancamnya.

Ia menambahkan, tindakan itu dilakukan mereka karena kelima PKL tersebut sudah melanggar Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten OKU Selatan Nomor 32 tahun 2006 tentang PKL. Pada perda itu, di pasal 3 diterangkan setiap PKL yang akan melakukan usaha perdagangan yang menempati tanah milik Pemkab OKU Selatan, wajib memiliki izin dari bupati atau pejabat yang ditunjuk.

Kemudian di pasal 9 terangnya, setiap PKL dilarang melakukan kegiatan usaha dengan mendirikan tempa usaha semi permanen maupun permanen. “Apabila itu dilanggar, maka bupati berwenang memberikan perintah untuk membongkar tempat usaha PKL tersebut dan menyita barang dagangannya,” tegasnya.

Selain itu kami juga akan melakukan koordinasi dengan pihak Dinas Koperindag kabupaten Oku Selatan untuk menanyakan solusi yang terbaik bagi para pedangan tersebut diantaranya adakan loksi yang tepat untuk para pedangang tersebut untuk menggelar dagangannya.

Sementara itu salah satu PKL yang berdagang di taman kota, mengakui mereka sudah mendapatkan surat teguran dari Sat Pol PP Kabupaten OKU Selatan. “Ya, kami sudah menerima surat tegurannya. Kami diminta untuk memindahkan dagangan. Namun kami berharap ada solusi yang diberikan, misalnya disediakan tempat berdagang yang nyaman dan tidak dilarang,” harapnya.

 

TEKS        : FITRI

EDITOR        : DICKY WAHYUDI 

 

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster