Mapolres Empat Lawang Mencekam

 120 total views,  2 views today

Ilustrasi | Dok KS

Ilustrasi | Dok KS

EMPAT LAWANG – Suasana Markas Kepolisian (Mapolres) Empat Lawang, Kamis (5/6), sedikit mencekam. Massa yang diduga berasal dari Desa Lubuk Layang, Kecamatan Pendopo,  memadati halaman Mapolres.

Pantauan Kabar Sumatera, personil Polres Empat Lawang bersiaga penuh. Massa tersebut berkumpul, terkait ditahannya Kepala Desa (Kades) Lubuk Layang, Terwesi (45) oleh Polres Empat Lawang.

Tidak hanya berkumpulnya massa di Mapolres saja, yang memaksa personil Polres Empat Lawang disiagakan. Sebelumnya berkembang juga isu, warga Gunung Meraksa yang di komandoi Effendi alias Pen Asoy, akan menyerbu Desa Lubuk Layang.

Untunglah, tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Namun Untuk menenangkan massa yang berkumpul di Mapolres Empat Lawang tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Empat Lawang, H  Basri Soni, diminta untuk turun menenangkan massa.

Terwesi sendiri, sebelumnya diperiksa oleh penyidik Polres Empat Lawang selama 13 jam, Rabu (4/6), sejak pukul 09.00 WIB hingga pukul 22.00 WIB. Terwesi diperiksa dan ditahan sebagai buntut dari pembakaran rumah Effendi alias Pen Asoy di Desa Gunung Meraksa, Minggu (18/5) lalu, sekitar pukul 16.30 WIB.

Saat itu, Terwesi bersama warga desanya mendatangi rumah Effendi dan melakukan pembakaran, karena tersulut emosi hilangnya sepeda motor jenis Yamaha vixion milik Age Fernando, yang merupakan anak dari Terwesi, hilang di halaman rumah Effendi.

“Kami disini, hanya untuk memberikan semangat dan support kepada kades kami yang sedang menghadapi masalah. Ini bukan demo, hanya memberikan motivasi,” kata Syarifuddin, salah satu warga Desa Lubuk Layang saat dibincangi di Mapolres Empat Lawang, kemarin.

Ia mengaku, datang bersama warga dan keluarga Terwesi sejak Rabu (4/6). Ia juga membantah bakal ada aksi massa besar-besaran, jika kades mereka ditahan oleh Polres Empat Lawang.  “Memang keluarga di dusun sedang menunggu perkembangan, kita coba tahan agar emosi mereka tak memuncak,” kata mantan anggota DPRD Kabupaten Empat Lawang ini.

Sementara itu dalam pemeriksaan yang dilakukan penyidik Sat Reskrim Polres Empat Lawang, Terwesi diperiksa dengan didampingi pengecaranya, Sayuti SH dan  sejumlah keluarganya. Ia tampak tenang menjawab semua pertanyaan yang diajukan penyidik.

Kapolres Empat Lawang, AKBP M Ridwan melalui Kepala Sat Reskrim, AKP Nanang Supriyatna saat dikonfirmasi, membenarkan penyidik sudah memeriksa Tarwesi. Menurutnya pemeriksaan itu dilakukan, setelah izin dari Bupati Empat Lawang, H Budi Antoni Aljufri, keluar.   “Izin dari bupati keluar, kita langsung panggil. Tersangka kooperatif dan mendatangi ruangan Sat Reskim bersama pengecara dan beberapa keluarganya,” jelas Nanang.

Kenapa tersangka didampingi pengacara? Menurut Nanang, itu karena ancaman hukumannya diatas lima tahun. “Penyidik menanyakan seputar pembakaran di rumah milik Pen Asoy di Desa Gunung Meraksa. Sementara tersangka kita amankan, penyidikan masih berlangsung,” tukasnya.

Sebagai informasi, sebelumnya, lantaran sepeda motor milik anak Kades Lubuk Layang hilang, rumah milik Fen Asoi di Desa Gunung Meraksa Baru, dibakar oleh massa, Minggu (18/6).

Camat Pendopo, Hamdan yang dihubungi menyebut kejadian tersebut dikarenakan kesalahpahaman antara kedua belah pihak. Kejadiannya dipicu hilangnya sepeda motor milik anak Kades Lubuk Layang, yang hilang di dekat rumah Fen Asoi. Karena itu, warga dari Desa Lubuk Layang mendatangi rumah Fen Asoi dan membakarnya.

 

TEKS              : SAUKANI

EDITOR          : DICKY WAHYUDI

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster