H.M Dachromy : Media Massa Harus Mencerdaskan Anak Bangsa

Ilustrasi

Ilustrasi

PALEMBANG – Salah satu komponen yang wajib juga turut bertanggungjawab terhadap upaya peningkatan kualitas pendidikan adalah media massa.  Oleh sebab itu, pengelola media massa harus sadar kalau tulisan yang ditulis ajan sangat berdamak serius terhadap sikap dan karakter masyarakat. Makanya saya katakan media juga dan wajib mencerdaskan anak bangsa, sejak hari ini juga, jangan sekadar iklan,” ujar Ketua Yayasan Nurul Iman Talang Jawa Tanjung Enim, H.M Dachromy, S.Pd.I, kepada Kabar Sumatera, kemarin, Kamis (5/6).

Pernyataan diatas disampaikan Dachromy, terkait dengan penilaiannya terhadap media massa yang kian hari makin memperihatinkan. Menurutnya, diantara media massa, bukan hanya cetak, tetapi juga elektronik, sampai hari ini sanat banyak tayangan dan iklan yang tidak mendidik dan tidak masuk akal. Hal ini, menurut mantan karyawan PTBA Tanjung Enim, dapat merusak mentalitas generasi bangsa, yang kelak akan menjadi pemimpin di negeri ini.

Sebab, diakui atau tidak, menurut Dachromy, media massa adalah salah satu “alat” yang cukup strategis dalam membentuk opini publik. Sehingga, wajar saja jika kemudian media massa juga layak dijadikan sebagai bagian dari proses peningkatan kualitas pendidikan. Bagaimana tidak? Sebab, banyaknya infromasi yang diperoleh dari media massa, juga akan sangat berpengaruh terhadap peningkatan kualitas  pendidikan.

Dalam hal ini, media seharusnya mengambil posisi untuk ikut serta dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan. “Bagaimanapun, proses pendidikan yang baik tidak bisa mengabaikan peran strategis media massa. “Tetapi itu tadi, pengelola media, jangan hanya orientasi bisnis, tanpa melihat efek negatif yang timbul dari pemuatan iklan dan berita.  Hidup dan matinya media massa memang harus didanai iklan, tetapi sekalipun demikian, jangan sampai porsi iklan dan berita menjadi timpang, yang kemudian mencerabut hak pembaca dan pemirsa,” ujarnya.

Sementara itu, Drawin Syarkowi, salah satu praktisi media di Palembang mengatakan, moralitas media massa akan sangat tergantung moralitas pengelola media itu sendiri. Sebab, hitam dan putihnya berita, iklan dan isi media massa akan dikemas oleh awak redaksi dan jajaran yang terlibat di dalamnya. Menurut mantan Praktisi Radio Smart FM Palembang ini, sebelum mengelola media, baik cetak, elektronik dan media oline sekalipun, yang perlu dikdepankan adalah visi dan misi media tersebut. “Visi dan misi ini akan sangat tampak pada konten atau sisi media tersebut,” ujarnya.

Darwin juga mengakui, dalam mengelola media harus tetap mengedepankan pesan moral, karena hal itu akan berdampak serius terhapa opini publik. “Oleh sebab itu, Darwin setuju jika media massa wajib ikut bertanggungjawab terhadap pembentukan karakter dan pola pikir generasi di negeri ini,” tegasnya.

 

TEKS : AHMAD MAULANA

EDITOR : IMRON SUPRIYADI





Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com