BNK Kirim 9 Pasien Narkoba

 221 total views,  2 views today

ilustrasi (foto: Thinkstock)

ilustrasi (foto: Thinkstock)

INDRALAYA  – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ogan Ilir (OI), melalui Badan Narkotika Kabupaten (BNK), terus berupaya menekan peredaran dan penggunaan narkoba di wilayahnya.

Upaya tersebut dilakukan dengan mengirimkan sembilan orang pasien untuk direhabilitasi di Lido, Bogor, Jawa Barat milik Badan Narkotika Nasional (BNN), RI.

Kepala BNK Ogan Ilir, Dirowardi, M.Si, Kamis (5/6) kemarin mengatakan, pada tahun 2013 lalu, pihaknya mengirimkan enam orang pasien ketergantungan obat terlarang untuk direhabilitasi di Lido, Bogor, Jawa barat.

“Untuk tahun ini (2014), kami mengirimkan tiga orang pasien lagi. Jadi totalnya semua sembilan orang,” tuturnya.

Ia menambahkan, semua itu merupakan keinginan pasien setelah pihaknya terus melakukan sosialisasi di masyarakat. “Ini kami lakukan atas kerjasama dengan pihak keluarga pasien. Kami hanya sebatas penyelesaian administrasi, pendampingan saat penyerahan pasien ke tempat rehabilitasi, sementara seluruh biayanya ditanggung oleh BNN RI, Lido, Bogor alias ditanggung negara,” ungkapnya.

Saat disinggung lamanya masa rehabilitasi, Dirowardi menjelaskan, lamanya tergantung dari kondisi pasien tersebut. “Jika temasuk parah masa rehabilitasinya lama dan setelah masa rehabilitasi. Dilanjutkan dengan masa pemulihan selama enam bulan,” bebernya.

Lanjut Dirowardi, pada saat masa pemulihan tersebut, pasien diberikan bekal keterampilan agar nantinya kembali ke tengah keluarga dapat beraktifitas seperti layaknya orang sehat.

“Di tempat rehabilitasi tidak ada unsur pemaksaan tetapi lahir dari kesadaran si pasien atau korban itu sendiri. Bila saat masa rehabilitasi si pasien menyatakan ingin keluar atau menyatakan  berhenti untuk mengikuti rehabilitasi itu sah sah saja,” katanya.

Untuk kondisi pasien, sambungnya, kondisi pasien yang dikirim dari OI untuk direhabilitasi ini semuanya sudah parah dan kebanyakan menkonsumsi sabu, inek, ganja.

“Dominan sabu aktif dalam seminggu 2-3 kali mengkonsumsi barang haram tersebut. Rata rata berusia 15 – 30 tahun. Bagi yang sembuh akan pulang dengan membawa kartu identitas, sejenis kartu askes yang bisa dipakai berobat gratis di rumah sakit yang dituju utamanya rumah sakit negeri,” pungkasnya.

 

Teks : Junaedi Abdillah

 Editor: SARONO P SASMITO

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster