OI Masuk Kategori Penilaian WTN

INDERALAYA – Kabupaten Ogan Ilir (OI), merupakan satu dari 12 kabupaten/kota yang masuk dalam penilaian Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Republik Indonesia (RI), dalam meraih penghargaan Wahana Tata Nugraha (WTN),  sebuah penghargaan tertinggi bidang tertib  lalu lintas dan angkutan jalan.

Hal itu terkuak dari kedatangan Ketua Tim Penilai Tingkat Nasional  Kemehub dan Dinas Perhubungan (Dishub), Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), ke Kantor Pemerintahan Kabupaten (Pemkab), Ogan Ilir (OI), Rabu (4/6) kemarin.

Ketua Tim Penilaian WTN Pusat. Djamal Subastian didampingi Zainal Abidin Ketua Tim dari Propinsi Sumsel, usai menghadiri rapat mengatakan, ada 12 kabupaten dan kota di Sumsel yang  lolos mengikuti  penilaian WTN.

Ke 12 wilayah tersebut yakni Ogan Ilir (OI), Palembang,  Banyuasin,  Muba, Lahat, Muara Enim, Lubuk Linggau, OKU, OKU Timur, Pagaralam, Prabumulih dan  OKI.

“Ya, ada 12 kabupaten dan kota di Sumsel ini sedang dilakukan penilaian pada tahapan ketiga atau terakhir,’’ ujar Djamal.

Menurut dia, sistem penilaian tidak hanya menyangkut soal sarana dan prasarana, namun sistem penataan administrasi masuk dalam penilaian.

“Kita juga sudah melihat keberadaan terminal Inderalaya yang statusnya type B.  Kondisinya memprihatinkan. Tapi kita (Pusat), belum menerima usulan tersebut, apalagi terminal ini bukan type A melainkan type B,’’ ungkap Djamal.

Ia menambahkan, untuk meraih penghargaan WTN dinilai tidak mudah. Banyak kategori yang dinilai, dan saat ini tim dari pusat termasuk dari propinsi tengah melakukan penilaian apakah OI juga bisa meraih WTN.

”Pengumuman penghargaan WTN ini akan dilakukan pada 17 September 2014 mendatang berbarengan dengan HUT Perhubungan,’’ tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub), Ogan Ilir, Mustarsyah mengatakan,  pihaknya berharap, Ogan Ilir bisa meraih WTN meski ada beberapa kekurangan sarana dan prasarana.

“Ada mimpi dan harapan besar yang ingin diraih Pemkab OI melalui Dinas Perhubungannya yakni prestasi WTN. Namun kita akui, untuk meraih WTN itu tidaklah mudah, perlu dukungan sarana dan prasarana dan beberapa item penilaian yang harus kita tonjolkan. Untuk Kabupaten OI kita hanya bisa mengandalkan penghijauan pada terminal dan kebersihannya,’’ ucapnya.

Lanjut Mustarsyah,  untuk rambu-rambu, zebra cross, Trafic Light, Halte tempat menaikan dan menurunkan penumpang,  garis kejut yang merupakan bagian dari penilaian, untuk Kabupaten OI belum memilikinya.

“Meski sarana dan prasarana belum lengkap, paling tidak kita sudah berusaha. Meski tidak meraih level tertinggi yakni piala WTN, sertifikatnya  jadilah,’’ pungkasnya.

 

Teks : Junaedi Abdillah

Editor: SARONO P SASMITO

 





Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com