Kualitas Air Sungai Lematang Kritis

 466 total views,  2 views today

Suasana Aktivitas Penyebrangan di Sungai Lematang | Dok KS

Suasana Aktivitas Penyebrangan di Sungai Lematang | Dok KS

MUARAENIM – Kualitas air Sungai Lematang, kini kian mengkuatirkan. Padahal air dari Sungai Lematang itu, menjadi air baku bagi Perusahaan Daerah Air Minum (PDA) Lematang Enim. Data perusahaan tersebut menunjukkan, Nepleumetric Turbidity Uni (NTU) atau tingkat kekeruhan air baku di Sungai Lematang sudah mencapai level 2737 NTU.

Angka tersebut menunjukan, betapa tingkat kontaminasi pencemaran air Sungai Lematang sudah diambang mengkuatirkan. Padahal seharusnya, standarisasi NTU air baku yang bisa dikelolah PDAM Lematang Enim, mencapai 2400 NTU.

“Kalau untuk keadaan air baku Sungai Lematang saat inim sudah sangat kritis. Setiap tahunnya terus mengalami perubahan tingkat kekeruhanya. Untuk data terbaru kita per tanggal 29 April 2014, tingkat kekeruhan air baku Sungai Lematang berada di 2737 NTU,” kata Kepala PDAM Lematang Enim Cabang Muara Enim, Toni, kepada Kabar Sumatera, Rabu (4/6).

Kondisi perubahan Sungai Lematang termasuk Sungai Enim, sebenarnya sudah berlangsung lama, yakni sekitar tahun 1991 keatas. Sebelumnya kualitas air di sungai tersebut jelasnya, masih tergolong bagus jika dibandingkan beberapa tahun terakhir.

Apalagi untuk saat ini bebernya, tingkat NTU Sungai Lematang sudah mencapai level 3000 NTU. Sementara di Sungai Enim sebutnya, tingkat kekeruhannya berada pada level 1500-1700 NTU. “Kalau Sungai Enim masih tergolong bagusm masih dikisaran 1500-1700 NTU,” jelasnya.

Kian buruknya kualitas air di Sungai Lematang tersebut menurut Toni, salah satu penyebabnya adalah aktivitas industri baik pertambangan, perkebunan dan lainnya di hulu sungai tersebut. Kondisi ini, kian diperparah dengan erosi yang terjadi saat hujun turun.  “Oleh karenanya, kita tidak bisa menyelahkan siapa-siapa, apalagi terhadap air Sungai Lematang yang kondisinya mengalir melintasi beberapa kabupaten/kota,” ujarnya.

Hanya saja kata Toni, hal seperti ini perlu menjadi perhatian secara bersama-sama dari berbagai pihak terkait. PDAM sendiri terang Toni, sudah berupaya agar kualitas air baku yang diambil dari Sungai Lematang tidak kian buruk dengan cara membangun prasedimentasi bak pengendapan lumpur,  yang diharapkan pembangunannya selesai pada pertengahan tahun ini.  “Mudah-mudahan, dengan selesainya prasedimetasi bak pengendapan tersebut dapat membantu kelancaran distribusi air ke pelanggan,” tukasnya.

 

TEKS              : SISWANTO

EDITOR          : DICKY WAHYUDI

 

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster