Jelang Ramadhan, Harga Diprediksi Naik 5 Persen

 275 total views,  2 views today

Ilustrasi Inflasi | Ist

Ilustrasi Inflasi | Ist

PALEMBANG – Menjelang Ramadhan, harga kebutuhan pokok diprediksi akan mengalami kenaikan hingga lima persen. Namun kenaikan harga tersebut, dinilai masih wajar karena pemintaan kebutuhan pokok masyarakat yang mengalami peningkatan.

“Kami perkirakan, harga kebutuhan pokok akan mengalami kenaikan harga sekitar lima persen dari hari-hari biasa,” kata Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Dalam Negeri (PDN), Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Palembang, Juni Haslansi, saat di bincangi di ruang kerjanya, Rabu (4/6).

Juni mengatakan, kenaikan yang terjadi pada beberapa komoditi kebutuhan pokok tersebut sudah menjadi rutinitas tahunan, bahwa harga akan naik, dan masyarakat juga sudah tau soal itu.

“Permintaan pasti sangat tinggi. Tapi, kami tim dari Disperindagkop Palembang tetap melakukan pemantauan ke lapangan untuk memastikan kenaikan tidak terlalu memberatkan masyarakat sekaligus untuk memastikan stoknya aman,” terangnya.

Menurut Juni, Disperindagkop setiap hari melakukan pengecekan harga di lima pasar tradisional di Palembang yakni Pasar Cinde, Lemabang, KM 5, Sekip dan Sekanak. “Tidak hanya menjelang bulan ramadhan saja, harga kita pantau. Kita rutin melakukan  itu setiap harinya,” terangnya.

Juni menyebutkan, kebutuhan pokok yang saat ini sudah beranjak naik seperti beras dengan kualitas super 20 kilogram. Sebelumnya Rp 170 ribu, saat ini sudah naik menjadi Rp 173 ribu per karung. Kemudian telur ayam, sebelumnya Rp 13.500-Rp 15 ribu perkilogram (Kg), saat ini menjadi Rp 17 ribu per kg.

Kemudian bawang merah sebelumnya Rp 20 ribu per kg naik menjadi Rp 22 per kg,  bawah putih Rp 14 ribu per kg naik Rp 16 ribu per kg. “Kenaikan tertinggi terjadi pada cabai, dengan kenaikan Rp 11 ribu per kg. Untuk cabai kriting sebelumnya Rp 12 ribu per kg, sekarang Rp 23 ribu per kg,” bebernya.

Juni menambahkan, kenaikan tersebut terjadi selain dikarenakan menjelang ramadhan juga disebabkan memasuki bulan Rajab yang dikenal masyarakat sebagai bulan ruwah. Di bulan-bulan ini biasanya, banyak masyarakat yang menggelar hajatan sehingga ada peningkatan permintaan. “Sedangkan untuk stok, saat masih ini masih stabil,” tukasnya.

 

TEKS            : ALAM TRIE PUTRA

EDITOR          : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster