Ada Uang, Sekolah Unggulan Digapai

 378 total views,  4 views today

Suasana-pendaftaran-siswa-baru-di-SMA-Negeri-3-Palembang.

Suasana pendaftaran siswa baru di SMA Negeri 3 Palembang.| Dok KS

PALEMBANG – Menjelang tahun ajaran baru, sekolah-sekolah unggulan banyak dilirik orang tua siswa dan calon siswa. Mereka berharap dengan status sekolah unggulan tersebut, kualitas pendidikan terjamin.

Sayangnya tidak mudah untuk bisa menyandang status, sebagai salah satu siswa sekolah unggulan atau  sekolah favorit seperti SMA Negeri 3, SMA Negeri 17 dan sekolah-sekolah favorit lainnya. Karena harus melalui seleksi dan memiliki standar nilai yang sudah ditentukan.

Bagaimana bagi calon siswa yang gagal diseleksi atau tidak memenuhi standar nilai ? ternyata, mereka masih tetap bisa bersekolah di sekolah-sekolah favorit tersebut asalkan ada uang dengan jumlah tertentu, yang bisa disediakan.

“Saya pernah bertemu dengan seseorang, katanya dia bisa memasukkan anak saya ke sekolah unggulan seperti SMAN 3, SMAN 17 dan lainnya. Tetapi, saya diminta siapkan uang Rp 4 juta, sebagai tanda terima kasih. Tetapi saya tolak, karena anak saya selalu juara kelas ketika SMP, ” ungkap Leni (45), warga Kelurahan Bukit Baru, Kecamatan Ilir Barat (IB) I, Palembang ketika dibincangi, Rabu (4/6).

Leni menyebut, untuk masuk sekolah unggulan sudah pasti menjadi impian semua orang tua siswa. Tetapi ia tidak ingin, anaknya bisa masuk ke sekolah-sekolah favorit itu dengan cara yang tidak benar.  “Saya ingin anak saya bisa masuk ke sekolah-sekolah favorit yang ditujunya,  hasil dari kerja kerasnya sendiri melalui tes bukan karena uang yang saya berikan,” tegasnya.

Menurut Leni, praktik jual beli bangku sekolah terutama di sekolah-sekolah unggulan tersebut bukanlah rahasia umum lagi. Praktik itu sebutnya, selalu terjadi setiap penerimaan siswa baru (PSB).

“Praktik seperti ini, sebenarnya tidak hanya dilakukan oknum tertentu saja tetapi juga dilakukan oknum dilingkungan sekolah itu sendiri. Memang untuk membuktikannya, sedikit sulit,” ucapnya.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Palembang, Ahmad Zulinto yang dibincangi Kabar Sumatera, tidak menampik masih adanya praktik jual beli bangku sekolah tersebut terutama di SMA unggulan.

Tetapi menurut Zulinto, Disdikpora sudah melakukan antisipasi jauh-jauh hari dengan cara melarang guru, kepala sekolah, maupun staf Diksdikpora untuk berhubungan dengan wali siswa. “Memang praktik seperti ini ada, tetapi Insya Allah tahun ini tidak akan terjadi lagi. Karena kami sudah memberikan peringatan sejak lama,” ucapnya.

Kalau masih ada oknum guru, kepala sekolah atau staf Disdikpora Palembang yang masih melakukan itu, sanksi sudah dipersiapkan. “Sanksi tegas akan kita berikan kepada pegawai kita, yang melakukan praktik seperti itu. Selain itu, persoalan itu akan kita bawa ke kepolisian,” tegasnya.

Namun praktik jual beli bangku sekolah ini terangnya, tidak hanya bisa dicegah dengan cara melarang guru, kepala sekolah maupun staf Disdikpora Palembang berhubungan dengan wali siswa saja.

Peran serta masyarakat pun menurutnya, sangat dibutuhkan. “Caranya, ya tidak melakukan seperti itu. Percayakan saja dengan kemampuan anak, jangan mudah percaya dengan iming-iming seseorang yang mampu bisa membantu memasukkan ke sekolah favorit. Untuk masuk ke sekolah unggulan, harus memebuhi beberapa syarat seperti nilai raport, mengikuti seleksi, dan lainnya,” tukasnya.

 

TEKS              : ALAM TRIE PUTRA/IMAM MAHFUZ

EDITOR          : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster