Kemenag Gelar Workshop Wajar Dikdas

 164 total views,  2 views today

PALEMBANG – Bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam (Pakis) Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menggelar Workshop wajib belajar pendidikan dasar (Wajar Dikdas) pada 28-31 Mei 2014 yang diikuti oleh 40 peserta yang berasal dari 10 Kab/Kota di Prov.Sumsel.

Kakanwil Kemenag Sumsel, Hambali mengatakan, Pondok Pesantren merupakan salah satu aset negara yang telah memberikan kontribusi pendidikan dan pelayanan kepada masyarakat sejak zaman penjajahan dahulu karena itu keberadaan pondok pesantren bukan hal yang baru dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Menurut Hambali, pemerintah telah memberikan perhatian yang cukup besar kepada lembaga pendidikan di pondok pesantren sehingga program wajardikdas telah memiliki kedudukan yang setara dengan pendidikan formal baik yang dikelola Kemendikbud maupun yang dikelola Kemenag.

“Satu hal yang sangat menggembirakan bagi kita semua wabil khusus para pengelola ponpes Salafiyah dengan program wajardikdas bahwa mulai tahun pelajaran 2014/2015 telah dibuka program tingkat Ulya. Oleh karena itu diharapkan kepada para pengelola pondok pesantren salafiyah tidak perlu membuka program madrasah aliyah pada pondok pesantrennya, tetapi cukup menlanjutkan dari tingkat Ula, Wustha dan dilanjutkan ke tingkat Ulya,'” kata Hambali di Hotel Duta Palembang, Jumat (30/5).

Lebih lanjut Hambali menjelaskan bahwa saat ini Ponpes di Sumsel berdasarkan data Emis Tahun 2013 berjumlah 336 Lembaga. Dari jumlah tersebut hanya 40 ponpes yang menyelenggarakan wajar dikdas.

“Saya harapkan kiranya Ponpes yang lain dapat juga memprogramkan salafiyah sehingga masyarakat akan mendapatkan peluang melakukan pilihan yang lebih banyak,” tegasnya.

Hambali menghimbau agar kedepannya kualitas pengelolaan baik dari sisi kelembagaan, proses pembelajaran, sumber daya manusia ketenagaan, maupun persiapan penambahan program tingkat ulya dapat terus ditingkatkan dalam rangka mendongkrak angka kelulusan santri, kesiapan PBSB setiap tahun sekali pada 11 perguruan tinggi ternama di Indonesia, juga di dalam memenangkan persaingan untuk mendapatkan kepercayaan dari masyarakat sebagai lembaga pendidikan yang tidak dapat dipandang sebelah mata.

“Sehingga dengan angka kelulusan yang tinggi, pengelolaan yang professional, ketenagaan yang mumpuni maka akan menambah tingkat kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pondok pesantren,” katanya.

TEKS : AMINUDDIN

EDITOR : ROMI MARADONA





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster