WCC Kampanyekan Anti Kekerasan Seksual di Sekolah

 291 total views,  2 views today

Simponi band asal jakarta mengkampanyekan anti kekerasan terhadapa peremupan melalui lirik-lirik lagu di hadapan puluhan siswa-siswi MAN 2 Palembang, Rabu lalu. Tour yang bertajuk Sister and Danger ini, telah memalalui beberapa kota di Sumatera, teramasuk Palembang. | Foto : Bagus Kurniawan

Simponi band asal jakarta mengkampanyekan anti kekerasan terhadapa peremupan melalui lirik-lirik lagu di hadapan puluhan siswa-siswi MAN 2 Palembang, Rabu lalu. Tour yang bertajuk Sister and Danger ini, telah memalalui beberapa kota di Sumatera, teramasuk Palembang. | Foto : Bagus Kurniawan

PALEMBANG – Aktivis Women’s Crisis Centre Palembang, Sumatera Selatan kembali menggelar kampanye kekerasan seksual bersama dengan Simponi Band dan Komnas Perempuan Sumatera Selatan. Kampanye kali ini berupa diskusi musikal “Sister in Danger” yang dilakukan di sekolah.

Ketua Womens Crisis Centre (WCC) Sumsel, Yeni Roslaini Izi mengatakan, untuk  menggalakkan sosialisasi tindak kekerasan seksual terhadap anak-anak yang akhir-akhir ini marak terjadi di daerah ini dan sejumlah tempat lainnya di Tanah Air. Pada kesempatan ini, WCC bekerja sama dengan Grup Band Simponi melakukan sosialisasi ke sekolah Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MAN) 2 Palembang.

“Dengan banyaknya berita pelecehan seksual terhadap anak pada akhir-akhir ini membuat WCC gencar melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah yang ada di Kota Palembang,” kata Yeni, Kamis (29/5).

Selain gencar melakukan kegiatan sosialisasi, untuk membantu para korban tindak kekerasan seksual, WCC siap memberikan pendampingan advokasi jika ingin mengambil tindakan secara hukum dan penanganan psikologis membantu korban mengatasi traumanya.

Sedangkan, M Berkah Gamulya selaku pemateri Simponi, mengatakan, berdasarkan data Komnas Perempuan dan Anak terdapat 6.243 perempuan jadi korban kekerasan seksual, sebanyak 2.507 remaja jadi korban kekerasan dalam pacaran dan 817 anak jadi korban kekerasan seksual.

“Sejak tahun 2011 hingga 2013 terus meningkat, bahkan cenderung dilakukan dengan kekerasan fisik, jadi ini yang melatar belakangi kami takut jika adik, kakak, tante, ibu kami, jadi korban kekerasan seksual, bahkan itu bisa terjadi pada keluarga kita semua,” kata Berkah.

Disebutkannya, saat ini terdapat 35 perempuan menjadi korban kekerasan seksual perharinya.
Selain materi tentang fakta korban, bentuk, dampak dan pelaku dari kekerasan seksual, juga dibahas tentang keadilan gender, HAM dan solusi yang bisa dilakukan oleh pelajar dan mahasiswa dalam menghadapi masalah yang sangat penting ini.

Sementara itu, Suaiba, Wakil Kepala Sekolah Hubungan Masyarakat (Waka Humas) MAN 2 Palembang mengatakan, dengan adanya sosialisasi lewat musik yang disampaikan oleh grup Band Simponi ini diharapkan siswa lebih mengerti akan bahayanya pelecehan seksual.

“Karena basik sekolah ini Madrasah, maka pihak sekolah membentengi siswa agar terhidar dari pelecehan seksual dengan mengajak mereka setiap pagi melaksanakan shalat Dhuha, pengajian, tausyia ,” kata Suaiba.

Dia menambahkan, dengan adanya sosialisasi melalui musikal ini dapat memberikan aura positif bagi siswa. ” Dengan sosialisasi melalui musik ini siswa tidak bosan, apalagi pada bait-bait lagu ada pesan yang disampai kepada siswa,” ungkapnya.
TEKS     : AMINUDDIN

EDITOR   : ROMI MARADONA





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster