Sudah Tiga Pekan Elpiji Langka

 249 total views,  2 views today

Ilustrasi

Ilustrasi

MUARAENIM – Sudah sekitar tiga pekan terakhir masyarakat Muaraenim, kesulitan mencari elpiji baik elpiji tabung 3 kilogram (kg) maupun tabung 12 kg. Meskipun ada, harganya cukup mahal karena langka.

Informasi yang dihimpun Kabar Sumatera, Kamis (29/5), menyebutkan kelangkaan elpiji di kota Muaraenim dan sekitarnya tersebut, sudah berlangsung beberapa pekan terakhir. Karena langka, harga gas elpiji naik.

Untuk elpiji tabung 3 kg harganya kini mencapai Rp 20 ribu pertabung, sementara untuk elpiji 12 kg harganya Rp 120 ribu pertabung. Yulia (65), salah seorang agen elpiji di Kota Muaraenim yang dibincangi Kabar Sumatera, membenarkan adanya kelangkaan elpiji tersebut.

Menurutnya kelangkaan tersebut, sudah berlangsung cukup lama. “Untuk elpiji 12 kg, kelangkaannya sudah terjadi sekitar satu minggu. Sementara elpiji 3 kg, kelangkaannya lebih lama lagi yakni sekitar tiga minggu,” kata Yulia.

Ia mengaku sudah berulang kali meminta elpiji baik yang 3 kg maupun 12 kg, untuk segera dipasok. Namun sebut Yulia, sampai saat ini pasokan elpiji tersebut belum juga datang. “Apa penyebabnya, tidak tahu. Tetapi itulah kondisinya,” kata Yulia seraya menunjuk tumpukan tabung elpiji yang kosong.

Hal serupa, dikatakan oleh KK. salah seorang pengecer elpiji di Muaraenim. Menurutnya, kelangkaan elpiji tersebut sudah terjadi sejak beberapa pekan terakhir. Anehnya terang KK, stok elpiji ada di agen namun harganya selalu naik padahal tidak kenaikan harga secara resmi dari PT Pertamina.

“Dalam sebulan bisa tiga kali naik. Naiknya sekitar Rp 500. Jadi jika sebulan, naiknya Rp 1.500. Walau pun begitu, mau tidak mau kita harus membelinya dibandingkan tidak dapat. Karena harga dari agen sudah naik, kita terpaksa menaikkan harganya.  Kita jual eceran Rp 19 ribu sampai Rp 20 ribu untuk elpiji 3 kg. Bahkan di pasaran, sudah ada yang jual Rp 22 ribu,” terangnya.

Kepala Dinas Perindustrian  dan Perdagangan (Disperindag) Muaraenim, Syarpuddin yang dikonfirmasi, membenarkan adanya kelangkaan elpiji di Muaraemim, terutama elpiji 3 kg. Penyebabnya menurut dia, karena pengguna elpiji gas 3 kg meningkat terutama di pedesaan.

Sebelumnya masyarakat di pedesaan sebutnya, masih menggunakan kayu sebagai bahan bakar untuk keperluan rumah tangga. Namun  saat ini menurut Syarpuddin, masyarakat sudah banyak beralih ke elpiji.

“Kalau pasokan dari SPBE Muaraenim, tidak ada yang dikurangi. Kuota elpiji untuk Muaraenim perharinya, sebanya 35 ton. Namun kita akan pantau dan analisa, jika masih ada kelangkaan,” tukasnya.

 

TEKS              : SISWANTO

EDITOR         : DICKY WAHYUDI

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster