Rp 5 M untuk 160 UMKM

 260 total views,  2 views today

Ilustrasi UKM

Ilustrasi UKM

PALEMBANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang, akan mengucurkan bantuan sebesar Rp 5 miliar bagi 160 Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UKM) di metropolis. Bantuan tersebut menurut Wali Kota Palembang, Romi Herton, diberikan sebagai pinjaman modal bagi UMKM.

Nantinya terang Romi, setiap UMKM bisa mendapatkan bantuan modal usaha tanpa agunan dan bunga, sebesar Rp 5 juta sampai Rp 10 juta.  “Insya Allah, bantuan ini akan kita kucurkan mulai 23 Juni nanti,” kata Romi yang dibincangi usai mendengarkan paparan Bank Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Pendanaan Sarana Rakyat (Pasar), di rumah dinas wali kota, di Jalan Tasik, Palembang, Kamis (29/5).

Romi menyebut, tidak ada kriteria khusus bagi UMKM yang menerima dana tersebut. Yang terpenting menurutnya, UMKM tersebut berdomisili di Palembang. Saat ini jelas Romi, lurah dan camat sedang melakukan verifikasi terhadap UMKM yang bakal mendapatkan bantuan tersebut.

“Bagi UMKM yang menginkan dana pinjaman tersebut, silahkan untuk mendatangi kecamatan masing-masing sesuai dengan domisili UMKM. Semua jenis UMKM akan kami tampung, tidak ada syarat khusus penerimanya, hanya ada beberapa syarat saja seperti, UMKM tersebut harus sudah berjalan satu tahun yang dibuktikan surat keterangan dari lurah maupun kecamatan, dan lainnya,” bebernya.

Untuk tahap awal terang Romi, pemkot hanya menyediakan dana untuk 160 UMKM. Namun pada 2015 mendatang, jumlah UMKM yang akan menerima dana bantuan tersebut meningkat hingga 500 UMKM.

“Kami usahakan, setiap tahun ada peningkatan jumlah UMKM yang menerima dana bantuan tersebut. Nantinya, setiap UMKM yang mendapatkan dana bantuan tersebut tetap diwajibkan mengembalikan dana bantuannya, dengan cara membayar perbulan melalui BPR Pasar,” terang Romi.

Sementara itu, Dirut BPR Pasar, Armansyah menambahkan, sistem angsuran yang digunakan adalah tanpa bungan dan agunan. Maksudnya jika UMKM meminjam Rp 5 juta, mereka tetap mengembalikan Rp 5 juta.

“Mau minjam Rp 5 juta, Rp 7 juta maupun Rp 10 juta,  tetap dikembalikan senilai tersebut dengan jangka waktu maksimal pelunasan satu tahun. Kalau UMKM tersebut meminjam dana sebesar Rp 10 juta, mereka wajib membayar iuran sebesar Rp 833 ribu per bulan, ” tukasnya.

 

TEKS            : ALAM TRIE PUTRA

EDITOR         : DICKY WAHYUDI

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster