Polda Sumsel Buru Tipikor Samsat Palembang

 342 total views,  2 views today

samsat-corner

Ilustrasi

PALEMBANG – Setelah berhasil membongkar Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) di Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat), Banyuasin tahun 2011 dengan kerugian negara sekitar Rp 1,4 miliar, Direktorat Reserse dan Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Tipikor Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan (Sumsel) kembali mencium korupsi di Samsat Palembang.

Hal tersebut diungkapkan Direktur Ditreskrimsus Polda Sumsel, Komisaris Besar Polisi (Kombes) Pol  Eddy Purwatmo, melalui Kasubdit III Unit Tipikor Ditreskrimsus Polda Sumsel, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Imran Amir.

“Dalam tindak pidana korupsi di Samsat Banyuasin, tim penyidik dari Polda Sumsel sudah menetapkan tiga tersangka, yaitu Brigpol F, AF dan HI. Mudah-mudahn secepatnya penggelapan pajak di Samsat Palembang Cepat terungkap,” kata Imran ketika dibincangi,  Kamis (29/5).

Lanjut Imran, belum lama ini Ditreskrimsus Polda Sumsel memeriksa Samsat Palembang setelah mengacu adanya penyelewengan dana pajak di Samsat Lahat dan Samsat Banyuasin. Begitu diperiksa, terdapat dugaan penyelewengan dana pajak di tahun 2012.

“Dalam pekan ini, kita memang mendatangi Samsat Palembang untuk memeriksa keuangan di sana. Dari pemeriksaan itu diketahui ada indikasi penyelewengan setoran pajak di tahun 2012 dengan kerugian negara Rp 64 miliar,” kata Imran.

Untuk mengungkap kasus ini, lanjut Imran, pihaknya telah memeriksa beberapa saksi yang terkait dengan dana pajak Samsat Palembang 2012. Mulai dari petugas Samsat Palembang, Dispenda Sumsel, petugas Bank Sumsel Babel, dan petugas Jasa Raharja.

Nantinya, Ditreskrimsus Polda Sumsel akan bekordinasi dengan BPKP Sumsel untuk mengaudit keuangan di Samsat Palembang. “Jumlah kerugian negara senilai Rp 64 miliar merupakan indikasi dari temuan kita. Untuk memastikannya, kita akan bekordinasi dengan BPKP Sumsel,” kata Imran.

Dikatakan Imran, modus yang diduga dilakukan Samsat Palembang adalah tidak menyetorkan uang pajak yang dibayar masyarakat. Misalnya, wajib pajak yang membayar pajak sebesar Rp 4 juta hanya disetorkan petugas sebesar Rp 2 juta.

Sementara sisanya sebesar  Rp 2 juta tidak disetorkan dan diduga masuk ke rekening para pegawainya. Akibatnya negara mengalami kerugian mencapai Rp 64 Miliar.

Sementara itu, perkembangan kasus dugaan tipikor di Samsat Lahat dan Samsat Banyuasin hingga saat ini masih dalam proses lidik. Untuk Samsat Lahat, sudah menghadirkan satu tersangka, sementara Samsat Banyuasin menghadirkan tiga tersangka.

Modus yang dilakukan dua samsat ini juga sama, yakni menggelapkan dana setoran pajak. “Kita masih dalami kalau-kalau ada tersangka baru. Sementara untuk Samsat Palembang, belum kita tetapkan siapa pelakunya,” kata Imran.

 

Teks    : Oscar Ryzal

Editor  : Junaedi Abdillah





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster