K3 Masih Diabaikan

 1,629 total views,  2 views today

PALEMBANG – Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), masih sering diabaikan oleh pelaku usaha di Palembang. Karenanya, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Palembang menghimbau semua usaha di metropolis, untuk lebih memperhatikan K3 tersebut guna mengurangi resiko kecelakaan saat kerja.

Kepala Disnaker Palembang, Gunawan menyebut, kesadaran K3 tersebut masih rendah. Padahal itu tegasnya, sangat penting. Harusnya dalam setiap bekerja khususnya dipekerjaan yang mengandung resiko kecelakaan kerja, alat-alat keselamatan kerja seperti sepatu, sarung tangan, masker, tali pengaman dan lainnya harus dilengkapi.

“Sayangnya di kita, itu masih rendah. Misalnya dalam perbaikan Jembatan Ampera, pekerjanya saya perhatikan tidak menggunakan tali pengaman. Padahal Jembatan Ampera itu, sangat tinggi. Apabila terjadi kecelakaan, bukan tidak mungkin langsung meninggal, nah hal tersebut harus diwaspadai,” kata Gunawan, kemarin.

Menurut Gunawan, banyak pekerja yang sudah biasa melakukan pekerjaan dan merasa tidak memerlukan alat pengaman. Padahal itu salah. Karena didalam Undang-Undang (UU) tentang Keselamatan Kerja  jelasnya, peralatan pengaman itu wajib digunakan.

“Walaupun sudah sehebat apapun dalam sebuah pekerjaan, harus tetap menggunakan alat keselamatan kerja, karena yang namanya kecelakaan itu, tidak bisa ditentukan kapan akan datang,” imbuhnya.

Gunawan menyebutkan, saat ini pihaknya hanya memiliki tim pengawas berjumlah 8 orang, oleh sebab itu, pihaknya mengajak seluruh perusahaan, baik BUMN, BUMD, maupun swasta untuk ikut mensosialisasikan budaya keselamatan kerja bagi pekerja.

“Tidak mungkin dengan jumlah pengawas 8 orang, kami melakukan pengawasan disemua perusahaan yang ada di Palembang. Jadi kami harapkan kesadaran perusahaan untuk memberikan penyuluhan bagi pegawainya sendiri,” harapnya.

Ditanya soal adakah asuransi bagi pekerja yang mengalami kecelakaan, Gunawan menjawab, sudah menjadi kewajiban perusahaan untuk memberikan jaminan kesehatan, maupun jaminan kecelakaan kerja.

“Tapi, perusahaan bisa tidak memberikan asuransi kecelakaan kerja. Apabila kecelakaan tersebut dilakukan oleh pekerja itu sendiri misalnya, sudah dihimbau menggunakan pengaman, tapi tidak dipakai, nah yang seperti itu, biasanya tidak mendapat asuransi, itulah yang menjadi kerugian pekerja, jika tidak memenuhi aturan keselamatan,”bebernya.

Gunawan menambahkan, berdasarkan catatan pihaknya selama tahun ini, sudah ada kecelakaan kerja yang terjadi. Yakni dari RS Charitas, Palembang. “Ada sekitar tiga kecelakaan kerja yang masuk, dan itu seluruhnya dari RS Charitas. Tetapi itu kecelakaan ringan dari perawat, seperti luka kena alat medis,” tukasnya.

 

TEKS            : ALAM TRIE PUTRA

EDITOR         : DICKY WAHYUDI

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster