Stop Aktivitas Galian C, Distamben tak Lagi Keluarkan Izin

 313 total views,  2 views today

 

Ilustrasi Tambang Pasir

Ilustrasi Tambang Pasir

BANYUASIN – Meski dinas terkait gencar bersosialisasi dan melakukan penertiban bahkan Bupati Banyuasin juga telah mengintruksikan, agar aktivitas galian C tidak lagi diberi izin. Namun penambang pasir, tanah galian dan Galian C lainnya, masih menjamur di Banyuasin.

Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Kabupaten Banyuasin, Syahril A Rachman, tidak memungkiri itu. Ia menyebut, pihaknya telah menghentikan pemberian perizinan terhadap aktivitas galian C di seluruh Bumi Sedulang Setudung.

“Sejak 2014, kami sudah meminta kecamatan untuk tidak memberikan perizinanan baru ataupun perpanjangan perizinan, kepada perusahaan galian C. Sehingga Jika masih ada tentunya aktivitas galian C, maka itu ilegal,”kata Syahri yang dibincangi, kemarin.

Ia mengharapkan masyarakat untuk dapat melaporkan aktvitas galian C, yang ada di wilayahnya. Sehingga dapat segera ditindaklanjuti, untuk menghentikan aktivitasnya. Selain menghentikan perizinan galian C menurutnya,  Distamben juga memperketat perizinan aktivitas galian lain, termasuk penimbunan yang dilakukan masyarakat ataupun perusahaan.

“Kami berharap masyarakat juga pro aktif, segera laporkan bila ada penambangan galian C di kawasan Banyuasin. Dengan begitu kita bisa bertindak, kita tidak bisa melakukan pengawasan secara menyeluruh mengingat luas wilayah dan keterbatasan sumber daya manusia (SDM),” ucap Syahril.

Sementara itu Ketua Komisi III, Rizal Apriadi sangat mendukung langkah Distamben untuk menghentikan aktivitas galian C. Menurutnya, dewan telah mendapatkan banyak laporan terkait aktifitas galian C, seperti di Desa Tebing Abang, Kecamatan Rantau Bayur. “Kami sangat mendukung langkah itu, karena keberadaan galian C memang tidak memberikan kontribusi apapun kepada daerah,” tegasnya.

Ia menegaskan selama ini keberadaan galian C, hanya memberikan keuntungan  kepada individu individu tertentu. Masyarakat sekitar sebutnya, selalu menjadi korban karena dampak lingkungan yang ditimbulkan, seperti kerusakan jalan dan lingkungan.

Pihaknya berharap para camat, juga dapat mematuhi keputusan yang telah diambil sembari mengawasi keberadaan galian C di daerahnya masing-masing, serta menindak tegas para pengusaha galian C yang membandel. “Pemerintah kecamatan juga mesti tegas dalam hal ini, agar tidak lagi memberikan izin galian C,” ujarnya.

Sementara itu, pantauan Kabar Sumatera, aktivitas galian C, masih beroperasi di sejumlah kecamatan di Kabupaten Banyuasin, diantaranya di Kecamatan Rantau Bayur, Rambutan dan Talang Kelapa.  Di kecamatan-kecamatan tersebut, sejumlah aktivitas galian C masih beroperasi misalnya pengerukan tanah dan penambangan pasir.

 

TEKS          : DIDING KARNADI

EDITOR         : DICKY WAHYUDI

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster