Realisasi Raskin Baru 71 Persen

 210 total views,  2 views today

ilustrasi jatah raskin

ilustrasi jatah raskin

PALEMBANG – Pendistribusian beras miskin (raskin), yang dilakukan Perum Bulog Divre Sumsel sejak Januari hingga 21  Mei lalu, baru mencapai 71 persen. Walau pun begitu Bulog optimis akhir Mei mendatang, pendistribusian raskin akan mencapai 100 persen.

Kepala Perum Bulog Divre Sumsel, Bambang Napitupulu mengatakan penyaluran raskin untuk enam bulan. Yakni, Januari, Februari, Maret, April, november, dan Desember. “Untuk November dan Desember dimajukan di Maret dan April,” kata Bambang yang dibincangi, Selasa (7/5) di Griya Agung, Palembang.

Hingga saat ini jelasnya, Bulog yakin mampu menyelesaikan penditribusian karena telah ada pengalihan dua bulan terakhir. “Sampai dengan 21 Mei, pendistribusian raskin di Sumsel sudah 71 persen. Akhir bulan ini, bisa 100 persen,” jelas Bambang.

Bambang juga menyebut, Bulog Divre Sumsel mengajukan permintaan tambahan raskin. Sebab kuota raskin untuk November dan Desember, sudah ditarik di Maret dan April. “Kita sekarang menunggu keputusan dari pemerintah pusat, terkait penambahan kuota raskin  ini,” ujarnya.

Bambang menerangkan, kuota raskin untuk Sumsel tahun ini sama seperti tahun 2013 yakni 75.524.220 kilogram (kg), dengan jumlah penerima 419.579 Rumah Tangga Sasaran (RTS). Untuk pendistribusian sebut Bambang, Bulog hanya bertangggungjawab sampai ke titik distribusikan di kabupaten/kota.

Setelah itu sambungnya, pendistribusian ke kecamatan, kelurahan dan desa menjadi tanggungjawab tim kordinasi kabupaten/kota. “Jika pemerintah kabupaten/kota belum menganggarkan dana untuk biaya distribusi, maka biaya pengangkutan ditanggung secara swadaya oleh masyarakat. Tapi harus ada berita acara kesepakatan biaya yang dikeluarkan,” ujarnya.

Dia menambahkan, tahun ini pihaknya akan membangun satu gudang di sentra produksi beras yakni Belitang, Kabupaten OKU Timur. Gudang tersebut, mampu menampung sebanyak 1.000 ton beras. “Kita sengaja membangun gudang di sentra produksi beras. Tujuannya, untuk menyerap beras produksi petani setempat. Untuk saat ini, kapasitas gudang beras kita baru bisa menyimpan beras sebanyak 81 ribu ton,” ujarnya.

Ketika ditanya pengaruh banjir yang terjadi di Sumsel, Bambang mengungkapkan, banjir di Sumsel tidak berdampak pada produksi beras. Namun di Pulau Jawa, banjir menyebabkan gagal panen.”Ini menyebabkan beras di Sumsel mengalir ke Pulau Jawa. Sehingga harga beras di Sumsel  tinggi,” jelasnya.

Dia mengungkapkan, Bulog tidak bisa membatasi atau melarang petani Sumsel menjual berasnya keluar Sumsel. Pasalnya, tidak ada regulasinya. “Dengan tingginya harga jual dari petani, disisi lain petani diuntungkan. Walaupun beras dari Sumsel dikirim ke  Pulau Jawa, tidak akan mempengaruhi stok beras, karena Sumsel surplus 1,5 juta ton,”  tegasnya.

Mengenai jumlah beras yang dikirim ke Pulau Jawa, dia menuturkan, jumlahnya untuk satu unit pengilingan besar milik Bulog mencapai 1.000 ton beras perhari. “Untuk di Sumsel kita memiliki 6 unit penggilangan beras,” ucapnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sumsel Ishak Mekki menambahkan, penyaluran raskin 2013 sudah teralisasi 100 persen. Untuk panyaluran raskin tahun ini sudha mencapai 10 persen. ”Kita undang pemda kabupaten/kota agar segera menyalurkan raskin tepat waktu dan tepat sasaran. Karena penyaluran raskin ini bisa menstabilkan harga beras di pasaran,” tandasnya.

 

TEKS           : IMAM MAHFUZ

EDITOR         : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster