Proyek di Disdik ‘Diborong’ Anggota Dewan

 328 total views,  2 views today

Ilustrasi Anggota DPR | Dok KS

Ilustrasi Anggota DPR | Dok KS

KAYUAGUNG – Ratusan paket proyek  tahun 2014 baik rehab maupun pembangunan ruang kelas baru (RKB) di Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), diduga telah diperuntukkan bagi seluruh anggota dewan yang lama. Bilapun memang ada tender melalui LPSE, ada dugaan hanya sebagai formalitas belaka.

Dugaan tentang ratusan paket proyek di Disdik yang telah “diborong” oleh anggota dewan lama tersebut, dikatakan langsung oleh Singa (40), salah satu rekanan di Disdik OKI selama ini.

Ia mengaku, saat mencoba menemui Kepala Disdik OKI, Iskandar ZA, untuk meminta paket pekerjaan di Disdik OKI tahun anggaran 2014, harus dibatalkan. Sebab Kepala Disdik OKI menyebut, jatah proyek 2014 semuanya sudah habis untuk seluruh anggota dewan yang lama. “Untuk paket tahun ini, sudah habis untuk seluruh anggota dewan yang lama,” kata Singa menirukan perkataan Kepala Disdik OKI.

Singa mengatakan, apa yang ia katakan saat ini tidak mengada-ada, bahkan Singa terang-terangan berani mempertanggungjawabkan pernyataanya, bila dinilai tidak benar. ”Ya, memang benar kepala dinas bilang kayak gitu, karena saya ketemu langsung dengan kepala dinasnya,” ujarnya, kemarin.

Namun Kepala Disdik OKI, Iskandar ZA saat dikonfirmasi, membantah tegas hal tersebut. Ia menyebut tidak benar, jika semua paket proyek tahun 2014 di instansi yang dipimpinnya, sudah habis karena diperuntukkan bagi seluruh anggota DPRD OKI yang lama. “Ah, itu tidak benar,” elaknya.

Menurut Iskandar, dalam pelaksanaan tender paket proyek di Disdik, pihaknya akan bekerja seprofesional mungkin, mulai dari pendaftaran melalui LPSE, dan para pemenang nanti akan diumumkan melalui website.

“Pokoknya mengenai isu seperti itu tentu tidak benar, kita akan berusaha bekerja seprofesional mungkin, tidak ada semua paket untuk anggota dewan. Tender terbuka untuk umum,”  ujarnya.

Iskandar mengatakan, tahun ini jumlah paket pekerjaan di Disdik OKI mencapai  ratusan pekerjaan,  terdiri dari anggaran APBD sekitar 50 paket dan APBN melalui  Dana Alokasi Khusus (DAK) sekitar 50 paket.  “Jadi kurang lebih untuk kedua anggaran mencapai ratusan paket yang akan ditender nantinya,” tandasnya.

 

TEKS           :DONI AFRIANSYAH

EDITOR         :RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster