Setahun Dua Kali Razia, 21 Kapal Ditertibkan

 284 total views,  2 views today

musi-2

Ilustrasi | Dok KS

PALEMBANG – Razia terhadap jukung dan speed boat di perairan Sungai Musi beberapa hari terakhir, dilakukan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Palembang. Namun masih banyak ditemukan kapal yang tidak memiliki kelengkapan surat-surat angkutan sungai, dan keselamatan transportasi sungai.

Kabid Hubungan Laut (Hubla) dan Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP), Dishub Palembang, Syarfuddin mengungkapkan, penertiban angkutan sungai ini akan rutin dilakukan. Sedikitnya terang dia, dua kali dilakukan dalam setahun.

Dari penertiban kemarin jelasnya, terjaring 21 kapal yang tidak memiliki kelengkapan angkutan sungai. Sedangkan lima kapal lainnya, sudah memiliki surat dan peralatan keselamatan yang lengkap. “Kami akan lakukan penertiban ini setidaknya sampai akhir Mei, penertiban ini tidak lain untuk keselamatan baik penumpang maupun pengemudi,” terangnya, kemarin.

Syarfuddin merincikan, kapal yang sementara ditertibkan ada 21 unit. Rinciannya enam unit kapal yang tidak memiliki kelengkapan surat dan sarana keselamatan ada,  empat unit kapal yang tidak lengkap tetapi sarana keselamatan lengkap. Kemudian lima unit kapal yang tidak memiliki sarana keselamatan, satu unit kapal yang sedang dalam proses pembuatan surat serang 1 kapal.

Terakhir lima unit kapal, yang masih perpanjangan surat dan sarana keselamatan lengkap. “Kelengkapan surat kapal dan sarana keselamatan penumpang di kapal ini, sangat penting. Tetapi masih saja pengemudi tidak memiliki surat dengan berbagai alasan,” sesalnya.

Sementara itu, Kasi Angkutan Dishub Palembang, Samir Hasan menambahkan, kapal-kapal yang beroperasi di perairan Sungai Musi, harus memiliki kelengkapan surat-surat. Seperti surat sertifikat izin operasi, registrasi, surat ukur dan surat kecakapan kapal (SKK). “Kapal yang sudah terjaring akan mendapat surat bukti pelanggaran perda, seperti surat tilang dari Dishub,” katanya.

Samir menerangkan, untuk keselamatan kapal, setiap kapal harus memiliki pelampung dan racun api atau alat pemadam kebakaran ringan (Apar). Ini tegasnya, menjadi perhatian Dishub dalam menciptakan keamanan dan keselamatan pengguna kapal.

“Ketersediaan pelampung harus ada dan di sosialisasikan dahulu ke penumpang,  jika terjadi hal tidak diinginkan maka penumpang sudah tahu di aman menemukan letak pelampung dan cara memakainya,” tukasnya.

 

TEKS               : DICKY WAHYUDI

EDITOR            : IMRON SUPRIYADI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster