Perlunya Mengevaluasi Pendidikan Dasar

 258 total views,  2 views today

Foto-gagasan---Periyanto

Oleh Periyanto, M.Pd.I

(Praktisi Pendidikan di Ogan Ilir)

Menjadi bangsa yang maju tentu merupakan cita-cita yang ingin dicapai oleh setiap negara di dunia. Untuk meraih predikat tersebut salah satu indikator pentingnya adalah pendidikan. Dengan kualitas pendidikan yang bermutu, suatu bangsa memiliki citra sebagai bangsa yang besar dan modern. Hal ini tentu berlaku juga bagi negara Indonesia. Namun, sangat ironis rasanya melihat kondisi pendidikan Indonesia saat ini. Berbagai masalah timbul, mulai dari kualitas sebagian besar pendidik yang masih rendah, sarana dan prasarana yang kurang memadai, mahalnya biaya pendidikan, dan kurikulum yang sering berubah-ubah.

Permasalahan lain yang terjadi pada dunia pendidikan kita akhir-akhir ini yang membuat kita menjadi miris adalah penurunan nilai-nilai budi pekerti di sekolah. Salah satunya nilai kejujuran, berupa contek massal dalam pelaksanaan Ujian Nasional (UN) yang terjadi disekolah-sekolah di Indonesia. Anak sekolah dasar sampai perguruan tinggi yang semestinya diajarkan nilai-nilai kejujuran justru malah diajari sebaliknya oleh guru mereka sendiri. Ironi yang sangat menyakitkan ditengah harapan yang besar pada masa depan mereka. Hal tersebut mencerminkan buruknya kondisi pendidikan Indonesia.

Sekolah memegang peranan penting dalam memberikan pendidikan kepada anak. Sekolah harus mengajarkan dan melatihkan nilai dalam setiap aktifitas pembelajaran. Hal ini sangat penting karena setinggi apa pun pendidikan yang ditempuh oleh seseorang, tanpa nilai yang didapatnya, maka pendidikan hanya akan memberikan pengetahuan bukan pengajaran. Kita semua tentu tidak mengharapkan apa yang dikemukakan McLuhan dengan teorinya membuktikan bahwa manusia yang cerdas otaknya namun rendah emosinya.

Pendidikan Islam memainkan peranan yang sangat penting  dalam mempersiapkan generasi  menghadai era yang penuh dengan tantangan. Pendidikan Islam  harus mampu  menyelengarakan proses pembekalan pengetahuan, penanaman nilai, pembentukan sikap dan karakter, pengembangan bakat, kemampuan dan keterampilan, menumbuhkembangkan potensi akal, jasmani dan rohani yang optimal, seimbang  dan sesuai dengan tuntuan zaman.

Dengan adanya Pendidikan Islam terpadu berarti menggabung pendidikan umum dan agama, seperti pelajaran mengaji, bahasa Arab, pendidikan akhlak yang nilai-nilai agama bisa diambil oleh siswa dan diimplentasikan dalam kehidupan sehari-hari. Sekarang ini banyak yang pinter tapi tidak mempunyai akhlak bahkan  tidak mempunyai pendidikan karakter, nah di Islam terpadu ada beberapa pelajaran tambahan yang diberikan kepada siswa agar mereka menananmkan nilai-nilai agama

Banyak sekolah-sekolah Islam, baik itu pesantren, madrasah bahkan adanya Sekolah Islam Terpadu yang pada hakekatnya adalah sekolah yang mengimplementasikan konsep pendidikan Islam berlandaskan Al-Quran dan As sunnah. Dalam aplikasinya Sekolah Islam tersebut diartikan sebagai sekolah yang menerapkan pendekatan penyelenggaraannya dengan memadukan pendidikan umum dan pendidikan agama menjadi suatu jalinan kurikulum. Bahkan Sekolah Islam Terpadu juga menekankan keterpaduan dalam metode pembelajaran sehingga dapat mengoptimalkan ranah kognitif, afektif dan psikomotorik. Sekolah Islam Terpadu juga memadukan pendidikan aqliyah, ruhiyah dan jasadiyah. Dalam penyelenggaraannya memadukan keterlibatan dan partisipasi aktif lingkungan belajar yaitu sekolah, rumah dan masyarakat.

Sepereti contoh yang ada di dunia pendidikan Islam, baik itu di madrasah, pesantren maupun pendidikan Islam terpadu. Dimana gurunya memiliki kelebihan duniawi dan akhirat dan begitu menjiwai kepribadian seorang guru yang penuh dengan ketegasan, senyuman, enerjik dan lemah lembut menghadapi anak-anak. Tidak ada pernah marah, yang ada ketegasan dengan memberi contoh yang sederhana. Contoh kecil, semua guru dan kepala sekolah menunggui anak-anak pada pagi hari di depan pintu gerbang sekolah dengan penuh senyum, anak-anak dijemput dengan bus sekolah yang diawasi oleh 2-3 orang guru, satu-satu persatu anak turun dari bus  dan menyalami bapak dan ibu gurunya. Pemandangan seperti ini belum ada ditemukan di SD negeri. Kedua, di dalam kelas dapat diperhatikan ada 2 orang guru yang mengawasi, pembelajaran dimulai dengan lantunan Asmaul Husna, kemudian membaca doa, pembelajaran diisi dengan permainan atraktif dan medidik, dan lain sebagainya.

Intinya, sudah sebaiknya pemerintah kembali mengevaluasi pendidikan dasar di sekolah negri kita maupun swasta, karena yang terjadi dilapangan di mana seorang guru SD negeri marah-marah menghukum anak pada jam olahraga sehingga si anak jadi takut kembali ke sekolah. Di samping itu, contoh dan karakteristik guru, perlu memberikan contoh tauladan bagi anak didiknya.





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster