Jelang Pilpres, Money Politik tak Segencar Pileg

 340 total views,  2 views today

PALEMBANG – Gelontoran rupiah pada pemilihan umum presiden-wakil presiden pada pilpres 9 juli mendatang, dipredikis tidak akan seheboh pada Pemilihan Umum Legislative (Pileg), karena Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pileg dinilai berbeda.

“Money politik, tidak segencar Pileg. Karena pilpres berbeda dengan Pileg,”kata pengamat Politik dari Universitas Sriwijaya ( Unsri), Andries Lionardo yang dihubungi, Minggu (25/5).

Dijelaskan Andries, tujuan seorang presiden dan wakil rakyat berbeda, karena yang bertarung pada pilpres lebih sedikit, sedangkan pada pileg lebih dominan, sehingga saling sikut dalam satu partai dan non partai terjadi, sehingga persaingan harus dilakukan dengan money politik.

“Seorang caleg, dituntut harus mengelontrokan uang untuk dapat terpilih. Karena dengan membeli suara itu lah, cara yang paling efektif untuk meraup suara, jika tidak maka akan sulit untuk dapat terpilih,” ujarnya.

Sementara dalam Pilpres jelas Andries, masyarakat diuntungkan mengetahui capres-cawapres yang akan dipilih, karena peran media dalam mensosialisasikan capres-cawapres sangat gencar. “tetapi Pilpres tidak seheboh Pileg, karena yang berperan lebih besar dalam pilpres di perkotaan bukan masyarakat pingiran terutama di kota-kota besar,” jelasnya.

Money politik ucapnya, sangat sulit untuk dihilangkan. Menurut Andries, money politik sudah menjadi budaya dalam pesta demokrasi, sehingga masyarakat menilai bahwa pemilu adalah uang, maka peran uang dalam pemilu sangat besar.

“Secara bersama, penyelengara, pengawas, masyarakat dan pihak lainnya, untuk memberikan pembelajaran demokrasi secara baik, sehingga money politik dapat dipahami dengan perlahan, bahwa politik uang adalah suata yang salah dalam memilih pemimpin,” tegasnya.

Penyebab lainnya, karena tingkat kesejahteraan masyarakat belum begitu merata, sehingga uang adalah cara yang sangat mudah untuk mendapatkan uang dari segelintir masyarakat, dan yang paling tepat untuk menuntaskan ini pemerintah dan pihak terkait harus menuntaskan persoalan ini, sehingga money politik tidak akan menghantui pemilu. “Kemiskinan harus dituntaskan, untuk meredam maraknya money politik,” tukasnya.

 

TEKS              : DICKY WAHYUDI

EDITOR          : IMRON SUPRIYADI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster