Terkait Mafia Pencurian Sawit, Komandan Kodim OKI Pastikan Bukan Anggota Kodim 0402 OKI

 768 total views,  2 views today

KAYUAGUNG – Komandan Kodim 0402 OKI Letkol INF M Arif Suryandaru melalui Pasi Intel Lettu RM Hatta memastikan orang tidak dkenal (OTD) yang memberondong Pulek ~30)  warga Desa Kayulabu Kecamatan Pedamaran Timur OKI dengan tembakan hingga mengalami luka tembak dua lubang dibetis kanannya di areal perkebunan kelapa sawit PT Gading Jaya, Selasa (20/5) lalu sekitar pukul 23.00 wib  bukanlah anggota TNI terlebih lagi anggota Kodim 0402 OKI.

Menurut Hatta, pihaknya telah melakukan klarifikasi dan memanggil Babinsa yang bertugas diwilayah tersebut yakni Serka Sayuti, berdasarkan hasil keterangannya bahwa serka sayuti saat peristiwa penembakan menimpa korban, dirinya sedang berada dirumah ketua KUD Gading Jaya, hal ini juga dipertegas dengan keterangan ketua dan pengurus KUD lainnya.

“Sudah kita panggil Serka Sayuti dan yang bersangkutan menyatakan saat kejadian sedang ada dirumah ketua KUD untuk sebuah keperluan, karena ditelepon ketua KUD sejak pukul 21.00 wib hingga pukul 04.00 wib.” kata Hatta, kamarin.

Dikatakannya, selain meminta keterangan terhadap Serka Sayuti pihaknya juga telah meminta keterangan kepada saksi lainnya yakni pengurus KUD dan menyatakan bahwa Serka Sayuti sedang bersama mereka.

“Dari keterangan tersebut kita simpulkan bahwa bukan personel TNI yang melakukan penembakan, namun saat ini kita masih menyelidikinya, sebab korban mengaku pelakunya adalah OTD yang menggunakan senpi otomatis.” kata Hatta.

Sementara itu Humas PT Gading Jaya (Sampoerna Group), Dani mengakui adanya  warga yang tertembak diaeral kebun PT Gading Jaya namun menurutnya hal tersebut bukan dilakukan oleh petugas keamanan dari perusahaan

“Bukan dari petugas keamanan perusahaan yang melakukan penembakan, kita tidak tahu siapa bisa jadi sesama mafia sawit, ini bisa saja hanya rekayasa.” katanya.

Menurut Dani, warga yang tertembak tersebut adalah seorang mafia sawit yang kerap kali melakukan pencurian dikebun milik perusahaan dan sepak terjangnya sangat meresahkan perusahaan.

“Dia (korban,red), adalah mafia, namun mengaku sedang mencari burung di wilayah perusahaan, biasanya kalau pelaku pencurian sawit ini ditangkap maka warga akan melakukan demo untuk minta dilepaskan.” katanya.

Ditegaskannya, korban ini mengaku tertembak pada pukul 23.30 wib, padahal pada pukul 24.30 wib sempat melakukan pengancaman kepada petugas keamanan kebun, selain itu mengaku melapor kepihak desa usai tertembak namun saat dicek tidak ada laporan yang disampaikan.

“Setelah kita mendapat laporan adanya warga yang tertembak kita langsung mencarinya ke RSMH Palembang, namun tidak kita temukan dan akhirnya ditemukan dirumah salah seorang warga dipoligon, kita hanya ingin bertanya korban ini sudah berapa kali melakukan pencurian di perusahaan.” tandasnya.

 

TEKS:DONI AFRIANSYAH

EDITOR:RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster