September, Tender Monorel Dimulai

 227 total views,  2 views today

Ilustrasi Monorel | Riandito.wordpress.com

Ilustrasi Monorel | Ist

PALEMBANG – Proses tender proyek monorel pertama di Indonesia yang digembar-gemborkan Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin beberapa waktu lalu, mundur beberapa bulan dari rencana awal. Sebelumnya tender proyek ini dilakukan Juni, namun diundur pada September mendatang.

Pengunduran jadwal ini menurut Sekretaris Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Sumsel, Uzirman Irwandi, sesuai dengan rekomendasi Proyek Pengembangan Sektor Reformasi Infrastruktur atau Infrastructure Reform Sector Development Project (IRSDP).

IRSDP kata Uzirman, adalah bagian dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Mereka meminta Pemprov Sumsel, melengkapi beberapa studi untuk dimasukkan dalam proses pelelangan.

“Awalnya direncanakan tender mulai Juni ini, namun setelah dilihat dari evaluasi IRSDP, disarankan diundur pada September, karena ada sebagian berkas hasil studi yang harus dilengkapi untuk proses tender,” kata Uzirman saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (23/5/2014).

Dikatakannya, proses tender nanti dimulai dengan pra kualifikasi. Tim lelang akan memilih tiga pihak calon pemenang, yang memenuhi syarat. Proses ini membutuhkan waktu sedikitnya tiga bulan. Baru lah dilanjutkan dengan proses penawaran harga, oleh tiga pihak tersebut dan diputuskan pemenang dua bulan setelahnya.

Pengunduran ini jelasnya, berdasar rapat evaluasi Pemprov Sumsel, Pemkab Banyuasin dan Pemkot Palembang dengan Bappenas, sepekan lalu. Mereka menyarankan penyelesaian Studi Ekonomi Makro, Studi Multi Bisnis dan Studi Integrasi Moda.

“Pemprov dibantu Bappenas melalui IRSDP, membuat Studi Ekonomi Makro yang mengkaji dampak ekonomi lainnya dari monorel. Studi itu memberi gambaran investor mengingat pembangunan Monorel menggunakan pola KPS, Kerja Sama Pemerintah dan Swasta,” jelasnya.

Selain menunggu beberapa studi, pengunduran dibuat agar izin jalur monorel beriringan. Menurut Uzirman, pihaknya sudah dua kali bertemu dengan pihak Kemenhub, sehingga direncanakan izin jalur keluar sebulan ke depan.

“Izin trace atau alur jadi salah satu dukungan dokumen lelang. Paling lama 60 hari lagi telah terbit. Karena monorel adalah proyek lintas daerah, maka hanya disahkan oleh gubernur, dengan izin trace dari Menteri Perhubungan,” terangnya seraya menyebut pemenang tender diumumkan bulan Januari tahun depan.

“Paling lama awal bulan Januari 2014 sudah tahu pemenangnya. Pemenang berkewajiban membuat DED atau rancangan desain pembangunan. Waktunya bisa 3 bulan dan maksimal 6 bulan. Paling lama ditargetkan bulan Juni sudah pembangunan tiang pancang,” tambahnya.\

Masih kata dia, stasiun penumpang akan dibangun sebanyak 13 unit. Tujuh di antaranya berada di atas lahan pemerintah sedangkan sisanya enam unit lagi akan digarap dalam pembebasan lahan. Uzirman memastikan pembangunan stasiun akan berjalan lancar mengingat lokasinya berada di median jalan.

“Pembebasan lahan dikerjakan bersama-sama pemkot dan pemkab. Kalau pun nanti lokasi stasiun di median jalan berubah, maka ditempatkan diatas halte. Begitu juga utilitas, sedikit terjadi pergeseran,” tukasnya.

TEKS              : IMAM MAHFUZ

EDITOR           : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster