Pemanfaatan PLTS Kurang Maksimal

 300 total views,  2 views today

plts

Ilustrasi Panel Surya | Energytoday.com

EMPAT LAWANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Empat Lawang melalui Dinas Kehutanan, Perkebunan, Pertambangan dan Energi (Dishutbuntambenmengingatkan, agar pemanfaatan bantuan unit Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) lebih efisien.

Ini disampaikan menyusul adanya indikasi, kurang maksimalnya perawatan dilakukan masyarakat dan pemerintah desa penerima bantuan dimaksud. “Jangan sampai rusak saja, manfaatkan sebaik mungkin dan lakukan perawatan. Kalau belum mengerti, nanti kita jelaskan,” tegur Kepala Dishutbuntamben Empat Lawang, H Susyanto Tunut, Jumat (23/5).

Kata Susyanto, di Kabupaten Empat Lawang sendiri, bantuan PLTS sudah mencakup sejumlah wilayah belum terjangkau jaringan listrik. Setidaknya tiga kali bantuan sejak 2011,2012 dan 2013 lalu, sudah diberikan, baik berupa unit per orangan ataupun unit per wilayah.

Program bantuan PLTS merupakan bantuan dari tiga kementerian yakni Kementerian PDT, Kemenakertrans, dan Kementerian ESDM. “Kalau jaringan listrik PLN sudah hampir tiap desa, hanya saja di lokasi pertalangan dengan jangkauan cukup jauh masih harus pakai PLTS,” jelas Susyanto serayamenambahkan, untuk jaringan listrik hampir 100 persen, hanya satu desa lagi yaitu Desa Sugiwaras yang belum ada jaringan listrik namun akan akan dibangun tahun ini.

Lanjut Susyanto, keunggulan dari pemakaian PLTS yakni, energi surya merupakan sumber dari energi matahari. Seperti kita ketahui bahwa energi matahari tidak akan habis seperti bahan bakar fosil lainnya.

Selain itu juga energi surya merupakan sumber energy ramah lingkungan, karena tidak memancarkan emisi karbon berbahaya yang berkontribusi terhadap perubahan iklim seperti pada bahan bakara fosil.

Ditambahkannya lagi, bahwa setiap watt energy yang dikeluarkan dari matahari berarti telah  mengurangi pembakaran bahan fosil dan perubahan iklim. Nah, energi surya adalah salah satu pilihan terbaik untuk daerah-daerah terpencil, apabila jaringan listrik dan pemasokannya tidak praktis.

“Rata-rata sistem rumah surya mampu mengurangi 18 ton emisi gas rumah kaca di lingkungan setiap tahunnya. Dalam jangka panjang, energi surya akan menghemat uang anda dalam pengeluaran energi walaupun awalnya sedikit mahal namun dampak jangka panjangnya menguntungkan,”urainya.

Sementara itu, Andri (29), warga Desa Sugiwaras Kecamatan Tebing Tinggi mengakui, sudah dua tahun ini PLTS di desanya sudah rusak. “Batrenya rusak, belum diperbaiki lagi karena tidak ada yang mengerti,” aku Andri berharap, janji pemerintah bisa terealisasi, dan 2014 ini desanya sudah dipasang jaringan listrik PLN.

Lain halnya dengan Hayuni (30), warga Dusun Sungai Jernih, Desa Tanjung Kupang Baru mengaku, saat ini desanya masih menggunakan unit PLTS. Perawatan dilakukan secara maksimal, dengan sistem jaga dan pembiayaan rutin oleh masyarakat setempat.  “Masih nyala, kadang kalau cuaca panas bisa lebih dari 10 jam per hari. Siang menyerap energi, malam kami nyalakan mulai pukul 18.00 WIB,” tukasnya.

 

TEKS            : SAUKANI

EDITOR          : DICKY WAHYUDI

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster