Pasar Pagaralam Semrawut, Angkot Liar Marak

 310 total views,  2 views today

PAGARALM – Upaya menata sejumlah ruas jalan di dalam kota yang dinilai semrawut memang tergolong sulit dilakukan, apalagi pertiban tersebut terkesan ‘kucing-kucingan’ antara sopir angkutan umum, pedagang kaki lima (PKL) dan petugas yang ada.

Pantauan di lapangan, penertiban terhadap sejumlah pedagang kaki lima (PKL), penataan areal parkir, angkutan umum terutama angkot/angdes liar yang kerap menerobos masuk kedalam kota tampaknya belum begitu optimal, mengingat hal itu terus terjadi setiap menjelang sore hari.

Joko (47)  warga Talang Jeruk, Kecamatan Pagaralam Utara mengakui hal itu. Ia mengatakan,  setiap menjelang sore hari, aktifitas pedagang bertumpah ruah hingga menutupi badan jalan mulai dari Simpang Tebat Baru Ilir, Gang Asan, seputaran Masjid Raya hingga jalan Trip Yunus.

“Ya, mau digimanakan lagi kalau pedagang sudah menggelar dagangannya hingga ke badan jalan,” ujarnya, kemarin (22/5/2014).

Hal senada dikemukan Darmi (26) warga Bedeng Jakarta, Kelurahan Besemah Serasan, jika hendak menuju kawasan Masjid Raya dan sekitarnya lebih baik berjalan kaki daripada mengunakan kendaraan. Mengingat ruas jalan yang ada tergolong sempit akibat banyaknya PKL menggelar dagangan.

“Menjelang siang hingga sore hari, kawasan yang ada  ramai pengunjung yang hendak berbelanja kebutuhan segari-hari,” katanya.

Terkait hal itu, Kadishubkominfo Paber Napitupuluh SSTP mengatakan, sejauh ini pihaknya tengah berupaya melakukan menertibkan terhadap sejumlah  angkutan umum yang kerap kali parkir disembarang tempat. Termasuk angdes yang melakukan pelanggaran dengan cara  menerobos masuk ke kawasan pusat kota. Selain itu penataan terhadap areal parkir kendaraan di tepi jalan maupun memberikan lalarangan terhadap angkutan barang yang melakukan bongkar muat di tepi jalan.

“Kegiatan ini dilaksanakan agar dapat menindak tegas keberadaan angkot dan angdes liar yang kerap beroperasi di dalam kota. Termasuk kami akan memberikan saksi kepada siapapun yang melakukan pelanggaran berikut jika ada petugas dilapangan yang ikut terlibat didalamnya,” tegasnya, kemarin.

Lanjutnya, kegiatan ini sifatnya hanya sebatas pertiban saja. Sementara kondisi kawasan pasar mulai dari Pasar Tradisional,  Eks Seghepat Seghendi, Pasar Dempo Permai hingga Simpang Asam memang mesti dilakukan penataan lagi, mengingat kawasan tersebut padat pengunjung berikut kerap memicu kemacetan.

“Aktifitas PKL disejumlah kawasan tersbut kerap menggelar dagangan hingga ke badan jalan hingga menggangu penggunan jalan saat  melintas dan sangat berpotensi terjadinya kemacetan bahkan terkesan semrawut,” terangnya.

Sebelumnya, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja, Drs Bhakti Nadjamudin mengatakan, kepada sejumlah PKL diharapkan agar dapat tertib untuk menjajakan dagangan di tempat yang sudah disediahkan, bukan menjajakan semua dagangan hingga ke badan jalan.

“Dihimbau kepada seluruh PKL yang merasa memiliki kesadaran terhadap lingkungan sekitar diminta agar dapat tertib dan menggelar dagangan ditempat yang telah disediahkan,” singkatnya.
TEKS   : ANTONI STEFEN

EDITOR  : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster