Honorer K2 Was-Was

 233 total views,  4 views today

Ilustrasi

Ilustrasi

PALEMBANG – Pegawai honorer katagori dua (K2) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang, yang lulus dalam seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), beberapa waktu lalu kini was-was terhadap nasib mereka.

Pasalnya, berdasarkan hasil verifikasi yang dilakukan oleh Inspektorat Kota Palembang, ditemukan ada sekitar 100 CPNS yang memanipulasi data sehingga kelulusan mereka dianulir.

“Sekarang kami was-was, takut kalau kelulusan dianulir. Siapa yang tidak sakit, jika sudah senang lulus CPNS tiba-tiba kelulusannya dianulir. Mudah-mudahan saya, tidak termasuk CPNS yang dianulir sebab saya tidak pernah memanipulasi data pengangkatan saya sebagai honorer,” kata salah satu honorer K2 di lingkungan Pemkot Palembang yang tidak mau menyebutkan namanya, saat dibincangi, Kamis (22/5).

Menurut salah satu honorer K2 dari formasi pendidikan ini, Pemkot Palembang mensyaratkan pengangkatan honorer yang lulus seleksi CPNS beberapa waktu lalu, harus bisa membuktikan kalau  masa kerja dibawah tahun 2005. Itu harus dibuktikan dengan menyerahkan bukti pertama kali bekerja dan absensi asli selama bekerja.

“Ini yang membuat kita bingung, sebab banyak honorer K2 yang berpindah-pindah tempat bekerja. Misalnya, saya seorang guru. Tidak mungkin saya bekerja hanya disatu sekolah, selama puluhan tahun. Tentu, sudah pindah beberapa kali ke sekolah yang lain,” terangnya.

Ia tidak menampik, adanya honorer K2 yang menghalalkan segala cara agar bisa diangkat menjadi CPNS. Sebab sebut dia, PNS memang masih menjadi pekerjaan yang didambakan banyak orang.

“Bisa saja, ada manipulasi data masa kerja. Apalagi jika honorer tersebut, memiliki keluarga yang mempunyai jabatan disebuah pemerintahan. Saya rasa, data itu tidak sulit dipalsukan,” ucapnya.

Sementara honorer lainnya, meminta Inspektor Kota Palembang untuk terbuka ke publik jika memang menemukan kejanggalan dalam kelulusan CPNS dari honorer K2.  “Kami mendukung, apabila pemkot ingin menganulir CPNS yang salah tersebut. Karena cukup banyak honorer K2, yang memang murni tidak lulus akibat pemalsuan data tersebut,” ujarnya.

Namun ia mengaku, juga cemas dengan hal tersebut. Bukan tidak mungkin sebutnya, namanya juga ikut dianulir walau pun tidak melakukan tindakan pemalsuan data.”Saya kan juga dari pendidikan, tetapi saya menjadi honorer sejak 2003. Buktinya, ada kok.  Mudah-mudahan, kami tidak termasuk,” harapnya.

Sebagai informasi, seperti diberitakan Kabar Sumatera sebelumnya, kurang lebih sebanyak 100 honorer K2, yang lulus dalam seleksi CPNS beberapa waktu lalu, harus gigit jari untuk bisa menjadi abdi negara. Pasalnya, kelulusan mereka dianulir karena setelah dilakukan verifikasi data, dokumen tidak sesuai.

“Banyak yang tidak penuhi syarat, karena ditemukan memanipulasi data. Misalnya, syarat untuk honorer K2 diangkat harus bekerja dibawa tahun 2005. Jadi jika ada yang melakukan kolusi, dengan memalsukan data tersebut maka terpaksa kami coret. Jumlahnya, ada sekitar 100 honorer yang kami anulir,” kata Kepala Inspektorat Kota Palembang, Toto Suparman, Rabu, (21/5/2014).

 

TEKS           : ALAM TRIE PUTRA

EDITOR         : DICKY WAHYUDI

 

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster