Cegah Kekerasan Seksual Anak

 293 total views,  2 views today

INDRALAYA – Sejumlah kekerasan seksual pada anak merebak di sejumlah wilayah di tanah air. Setelah kasus JIS, mengemuka kasus Emon di Sukabumi, dan sejumlah tempat lainnya.

Bahkan di Kabupaten Ogan Ilir, Kapolisan Resort (Polres), Ogan Ilir mencatat, sejak tahun 2013 hingga saat ini ada 22 kasus kejahatan seksual terhadap anak. Ironisnya, dari kasus tersebut 60 persen pelaku kerap menonton video porno dan menggunggah situs porno di Warung Internet (Warnet).

Penutupan warnet-warnet yang menyediakan situs porno harus segera ditertibkan. Bukan itu itu saja, diperlukan tanggung jawab semua pihak untuk meminimalisir kasus tersebut.

Demikian benang merah dalam dialog tentang “Edukasi Perlindungan Anak Terhadap Aksi Kejahatan” yang digelar Polres Ogan Ilir bekerjasama Pemkab Ogan Ilir dan Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Sumsel, yang digelar di Gedung Serbaguna LPMP, Kota Indralaya, Ogan Ilir, Kamis (22/5) kemarin.

Bupati OI, Ir H Mawardi Yahya dalam sambutannya mengatakan, permasalahan anak bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, pemerintah, serta orang tua, melainkan sudah menjadi tanggung jawab semua pihak.

“Ya, anak tanggung jawab kita semua. Semua elemen sangat berperan untuk menjadikan anak lebih baik dan mencegah terjadinya kekerasan seksual pada anak,” ujarnya.

Bupati menambahkan, kegiatan sosialisasi tentang edukasi tersebut akan ditindaklanjuti pada tingkat kecamatan dan desa serta para orang tua.

“Ini harus dilakukan agar anak-anak kita nanti menjadi anak yang berguna bagi Ogan Ilir dan bangsa,” tuturnya.

Kapolres Ogan Ilir, AKBP Asep Jajat Sudarjat dalam kesempatannya mengakui, kasus seksual anak di Ogan Ilir cukup menonjol. Tercatat, dari tahun 2013 hingga saat ini ada 22 kasus yang didominasi akibat menonton video porno dan kerap mengakses situs porno dari warnet.

“Kita sudah perintahkan seluruh jajaran di tingkat polsek agar terus melakukan sosialisasi. Kita juga sudah melakukan tindakan persuasif dengan memberikan wejangan dengan pengusaha warnet. Sekali lagi, ini bukan tanggung jawab polisi dan pemda saja, melainkan tanggung jawab semua pihak,” ungkapnya.

Menurut Kapolres, pihaknya yakin, masih banyak kasusu-kasus kejahatan terhadap anak ini yang tidak dilaporkan. “Yang terbaru, ada anak SD kelas dua dilecehkan kakak kelasnya, dan ini sudah kita tindak lanjuti juga,” terangnya.

“Kegiatan ini dlakukan untuk menindaklanjuti banyaknya kasus kejahatan terhadap anak. Yang masih hangat-hangatnya kasus di jis, dan kasus Emon,” bebernya.

Terpisah, H Nahrowi, mantan Sekda OI yang juga narasumber kegiatan tersebut, mengatakan hampir 80 persen konsumen di warnet mengakses situs yang berbau porno.

“Jadi sedikit orang dan anak-anak yang menjadikan internet itu untuk media belajar, dan hal-hal positif lainnya,” tuturnya disela-sela materi yang disampaikannya, kemarin.

Feri Humas Ponpes Al Itifaqiah meminta agar pihak yang berwajib dalam hal ini Polres Ogan Ilir untuk menggelar razia di warnet-warnet yang ada di Kabupaten Ogan Ilir ini.

“Dari data yang dipaparkan kapolres, dari 22 kasus pelecehan seksual terhadap anak dibawah umur dari tahun 2013 hingga saat ini, lebih dari 60 persen diakibatkan menonton vidio porno, yang hasilnya diakses dari internet,” paparnya.

Karena ini, pihaknya mendesak pihak berwajib untuk menggelar razia warnet-warnet yang ada. “Bukan kita minta pengusaha warnet ditahan atau ditangkap, paling tidak diberikan masukan, untuk mengontrol konsumennya untuk tidak mengakses yang tidak-tidak,” sambungnya.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Bupati OI, H. Mawardi yahya, Kapolres AKPB Asep jajat Sudrajat, Kepala LPMP Yaswardi, dua narasumber dari tokoh masyarakat dan tokoh agama, H Nahrowi, dan H Ustadz Karim Umar.

Selain itu hadir Kapolsek se Ogan Ilir, para anggota, kepala sekolah, Camat, alim ulama dan tohoh masyarakat.

 

TEKS    : JUNAEDI ABDILLAH

EDITOR   : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster