Pulek Ditembak Senjata Laras Panjang, Pelaku Diduga Oknum TNI

 306 total views,  2 views today

 

Pulek terkapar usai tertembak.

Pulek terkapar usai tertembak.

KAYUAGUNG – Bila sebelumnya di Palembang terjadi kasus peluru nyasar terhadap korbanya Nurhalima bocah SD hingga yang meninggal. Kali ini kejadian surupa menimpa salah seorang warga dusun Kayulabu, Kecamatan Pedamaran Timur, OKI, korban dimaksud bernama Pulek, yang terpaksa harus dilarikan ke rumah sakit umum Palembang, lantaran dua butir peluru yang diduga berasal dari senjata TNI laras panjang jenis M 16 bersarang di betis kanannya.

Sebelum dirujuk ke rumah sakit Palembang, korban Pulek, sempat dilarikan ke rumah sakit Kayuagung, saat ditemui Rabu (21/5),  mengaku di brondong senjata laras panjang oleh oknum TNI yang berpatroli keamanan di areal kebun sawit PT Gading Jaya (Sampoerna Group) desa Kayulabu, Kecamatan Pedamaran timur OKI, pada  Selasa (20/5) malam pukul 23.00 WIB.

Menurut korban saat kejadian dirinya bersama tiga temanya Yudi, Depra dan Sarmidi, masuk kedalam kebun PT Gading jaya menggunakan motor sendiri-sendiri.

“Tujuan kami untuk mencari  burung, waktu di lokasi,  kami sambil tiduran di pinggir jalan untuk memikat burung, tiba- tiba datang patroli  kebun pakai mobil Estrada warno hitam,” kata korban.

Tanpa basa-basi lagi, orang yang di dalam mobil patroli itu diduga aparat TNI, langsung berteriak “Itu wongnyo”. Sambil melepaske  tembakan dengan caro nerotot (membrondong)  pecak wong dang betempur pak, kareno langsung di brondong tembakan sambil. ketawo ‘hahahaha’, kami berusaha kabur dengan naik motor, saat diatas motor kaki kanan saya terkena tembakan, saya langsung berteriak ‘aku keno tembak’ dia berhenti melepaskan tembakan dan langsung balik kanan,” ungkap korban.

Korban menyakini pelakunya adalah oknum aparat yang ngepam di kebun sawit PT Gading Jaya.

“Kami yakin pelakunya aparat pak, soalnyo kebun itu dijago TNI, terus siapo lagi pak yang punyo senjato yang pacak nembak memberondong cak itu kalu bukan punyo aparat jadi senjato siapo, kareno jaraknyo 20 meter dibelakang, gelap pulok jadi aku dak tajingok rainyo, tapi setahu aku yang ngepam di kabun sawit itu TNI, bukan polisi,” jelasnya.

Walaupun terkena tembakan, korban masih mampu bertahan dengan mengendarai motor sampai ke rumah. Pulek  mengaku masih bisa melapor.

“Aku langsung ngelapor dengan kades Kayu Labu, Rikarto, kades mengarahkan supayo diobati dulu, aku  jugo lapor ke Polsek Pedamaran Timur, kami didampingi polisi untuk berobat ke RSUD Kayuagung, kareno serpihan proyektil peluru masih di dalam betis,aku harus di operasi di Palembang untuk ngeluarke serpihan proyektil itu,” jelasnya.

Dengan kejadian ini dirinya berharap aparat yang bertanggung jawab atas peristiwa yang dialaminya.

“Kami mintak aparat yang nembak aku mesti betanggung jawab, akibat penembakan ini aku sementaro ini dak pacak bejalan,” katanya.

Sementara itu Dandim 0402 OKI, Letkol Inf Arif Suryandaru, melalui Pasi Intel Lettu Hata, saat di konfimasi pihaknya sudah menemui langsung korbanya untuk memastikan apakah memang benar aparat TNI atau bukan yang menembaknya.

“Korban tidak melihat siapa pelakunya karena malam hari, dia bilang senjata laras panjang tidak bisa dipastikan M 16,” katanya.

Pihaknya juga sudah mengkonfirmasi  Babinsa yang bertugas di desa Kayulabu yakni Serka Sayuti.

“Saat kejadian Serka Sayuti katanya sedang berada di KUD, tidak pernah melakukan penembakan di lokasi kejadian, lagi pula kalau memang senjata M 16 pasti kaki korban itu tembus, karena senjata yang dimiliki TNI itu untuk membunuh bukan untuk melumpuhkan, tapi nanti kita akan lihat selongsong yang ada di TKP untuk mengetahui jenis proyektil dan senjatanya jenis apa,”ungkapnya.

Lanjut dia peluru tajam itu bukan hanya bisa dipakai disenjata milik TNI , polri saja bisa pakai, tetapi bisa juga digunakan untuk senjata rakitan.

“Disanakan banyak senjata rakitan, bisa jadi korban ditembak dengan senjata rakitan, tetapi nanti kita tetap akan periksa Serka Sayuti (Babinsa) Kayulabu untuk dimintai keterangan,” tandasnya.

 

TEKS   : DONI AFRIANSYAH

EDITOR  : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster