Petugas Kebersihan : Kerja Dari Subuh, Gaji Kami Masih Minim

 267 total views,  2 views today

KAYUAGUNG – “Gaji kami masih minim, tak sesuai dengan beban kerja yang kami lakukan setiap hari membersihkan seluruh kota Kayuagung” begitulah ungkapan yang dilontarkan MN, warga Kelurahan Mangun Jaya, Kayuagung,  salah satu petugas kebersihan di Badan Pengelolaan Pasar dan Kebersihan OKI, ketika dibincangi Kabar Sumatera, di sela-sela menjalankan tugasnya, Rabu (21/5).

MN mengatakan, menjadi petugas kebersihan merupakan pekerjaan yang cukup berat, ia harus bekerja rutin setiap hari dari pukul 03.00 WIB pagi disaat orang -orang masih terlelap tidur. Dan bisa beristrahat sebentar hingga pukul 09.00 pagi.

” Setiap hari bangun jam 3 pagi, selesai jam 9 pagi, itu bukan langsung pulang. Kalau ada perintah lagi tetap bekerja, bisa dikatatakan tidak bisa santai, sementara gaji yang kami terima sebelum Rp10.50000 per bulan” ungkap MN.

Lelaki paruh bayah ini sangat berharap pemerintah bisa meningkatkan lagi gaji para petugas kebersihan, karena kata dia, dibandingkan dengan Kabupaten Muaraenim, gaji petugas kebersihandi OKI jauh berbeda.” Kalau bisa sama seperti Muaraenim Rp1,7 juta” katanya.

Padahal kata MN, keberhasilan Adipura yang dibanggakan Kabupaten OKI, tak luput dari kerja keras para petugas kebersihan.” Bayangkan kalau semua petugas kebersihan mogok kerja sehari aja. Jadi apa kota ini” ujarnya.

Dengan gaji yang dinilai masih minim tersebut, ujar MN, tak jarang ketika menerima gaji, hanya habis dalam lima hari.” Kalau gaji cak ini, lima hari sudah habis, apalagi saya banyak tanggungan” katanya.

Selain kendala gaji yang minim, kata dia, setiap awal bulan Januari, pembayaran gaji terkadang sering terlambat. ” Ya kalau awal bulan 1 sering terlambat, tapi kalau bulan bulan berikutnya tidak” akunya.

Selama bekerja bersama rekan seprofesiya, MN selalu membawa bekal dari rumah. Dia juga membedakan pemimpin diinstansinya yang perhatian kepada para bawahaan.” Kalau jaman pak Iswan Mahumud, dan Pak Tohir ini, tidak pernah kami dibelikan nasi bungkus, tapi kalau jaman pak Amirudin, setiap hari beliau belikan kami nasi bungkus” ujarnya membandingkan.

Kepala BPPK OKI, M Tohir, melalui Kabid Kebersihan, Padul Abbas, mengatakan, terkait tentang keluhan petugas kebersihan yang masih menilai gajinya kecil. Pihaknya tidak bisa berbuat banyak.

“Saya tidak bisa berbuat banyak, hanya menjalankan tugas saja” kata Padul.

Lanjut Padul, minimnya gaji petugas kebersihan di OKI, terkendala anggaran.

“Lah kalu kendak kami gaji mereka itu nak dinaikke Rp 3 juta, tapi nak cakmano lagi,” tandasnya.

 

TEKS    : DONI AFRIANSYAH

EDITOR  : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster