Meninggal Dunia Disantuni Rp 1, 2 Juta

 284 total views,  2 views today

EMPAT LAWANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Empat Lawang, mencanangkan program tali asih. Dalam program ini,  diberikan santunan atau asuransi kematian bagi masyarakat. Nominal santunan kematian pun cukup besar, jika berusia 17 tahun keatas sebesar Rp 1,2 juta dan usia dibawah 17 tahun sebesar Rp 500 ribu.

Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Empat Lawang, H Choiri Badri, kemarin. “Santunan ini atas nama Pemkab Empat Lawang, sekarang masih tahap lelang untuk mencari pihak asuransi yang melaksanakan program tersebut,” kata Choiri.

Menurut Choiri, selain membantu masyarakat yang mengalami musibah melalui program tali asih ini, Disdukcapil juga mengajak masyarakat melengkapi administrasi kependudukan, seperti Kartu Keluarga (KK), Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan lainnya.

Sebab, salah satu syarat mencairkan santunan itu, administrasi kependudukannya harus lengkap. Selama ini jelasnya, pendataan jumlah kematian penduduk minim.  Dengan program tali asih ini diharapkan, angka kematian dan jumlah penduduk di Kabupaten Empat Lawang, lebih tervalidasi.  “Untuk tahap awal dalam pelaksanaan program ini, kita menganggarkan dana Rp 556 juta. Itu terhitung Juni-Desember 2014 dengan asumsi sekitar 111 jiwa,” bebernya.

Lebih jauh Choiri memastikan, Juni nanti, program tali asih bisa launching. Selanjutnya akan dikirim edaran ke kecamatan, lurah/kades dan RT/RW serta ormas di Empat Lawang. Jika berhasil, akan dilanjutkan di tahun-tahun mendatang dengan alokasi dana lebih besar lagi. “Makanya penduduk jangan sampai tidak lengkap administrasi, karena saat ini pembuatannya sudah gratis,” himbaunya.

Program santunan kematian ini, disambut baik warga Empat Lawang. Kadir (40), tokoh masyarakat Desa Kota Gading, Kecamatan Tebing Tinggi, setuju dengan pencanangan santunan kematian tersebut.

Namun, ia berharap program tersebut dalam realisasinya lebih tepat sasaran. Karenanya kata dia, peran kades, lurah dan perangkatnya bisa lebih dimaksimalkan. “Lurah atau kades harus lebih jeli, ini menyangkut kebenaran penduduk di wilayahnya. Jangan sampai nanti disalahgunakan untuk kepentingan pribadi,”  tukasnya.

 

TEKS          : SAUKANI

EDITOR        : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster