Libas Persik Kediri 5-1, Dendam SFC Terbalaskan

 579 total views,  2 views today

PALEMBANG – Dendam yang dipendam Sriwijaya FC atas Persik Kediri, terbalaskan. Dendam anak asuh Subangkit tersebut,  disebabkan mereka dibantai oleh Persik Kediri dengan skor 5-1 di putaran pertama.

Dendam itu akhirnya terbalaskan, setelah Laskar Wong Kito menggasak tamunya di Stadion Gelora Sriwijaya, Jakabaring,  Rabu (21/5),  dengan skor 2-0. Dua gol tersebut dicetak Vendry Mofu dan Syakir Sulaiman.   Dengan tambahan tiga poin tersebut, Sriwijaya FC menggusur Pelita Bandung Raya (PBR) dari posisi kelima klasmen sementara Indonesia Super League (ISL) wilayah barat.

Dalam pertandingan kandang perdana putaran kedua tersebut, pelatih kepala Sriwijaya FC, menurunkan skuad terbaiknya. Begitu kick off dibunyikan, Sriwijaya FC langsung mengendalikan permainan.

Hasilnya, pertandingan baru berjalan tiga menit, peluang sudah diciptakan Oliver Ongfiang. Namun sayang tembakannya dari luar kotak pinalti, masih melebar dari gawang Persik. Namun dua menit berselang, gol yang ditunggu tuan rumah akhirnya datang juga.

Gol tersebut lahir dari kepala Vendry Mofu, yang sukses memanfaatkan tendangan sudut dari Ongfiang, sehingga papan skor di Stadion Gelora Sriwijaya berubah menjadi 1-0. Unggul satu gol membuat Lancine Kone, dkk bermain lebih tenang dan sabar.

Sementara Persik Kediri, mencoba meningkatkan intensitas serangan. Serangan yang dibangun Ngon A Mamoun, dkk berhasil dipatahkan oleh lini pertahanan Sriwijaya FC yang dikoordinir Abdoulaye Maiga.

Bukannya menambah gol, klub berjuluk Macan Putih tersebut pada menit ke-17, kembali harus kebobolan. Kali ini, giliran Syakir Sulaiman yang memaksa Teddy Heri Setiawan, untuk memungut bola dari gawangnya yang kedua kali.

Gol pemain muda asal Aceh tersebut, berawal dari aksi Lancine Kone. Pemain asal Pantai Gading tersebut, berhasil merengsek di areal kotak pinalti Persik. Walau dikawal dua pemain Persik, Kone mampu melepaskan diri dan memberikan umpan matang kepada Syakir yang berdiri bebas di kotak pinalti. Dengan mudah, Syakir menceploskan bola ke gawang Persik sehingga skor kembali berubah menjadi 2-0 untuk keunggulan Sriwijaya FC.

Gol kedua ini, membuat pemain Persik menjadi melempem. Berbagai kesalahan mendasar, seperti salah umpan dan lainnya sering dibuat Fortune Udo, dkk. Usaha mereka untuk membalas dengan mengandalkan kecepatan dua sayapnya, juga gagal karena disiplinnya lini pertahanan tuan rumah.  Skor tersebut, tidak berubah hingga babak pertama usai.

Dibabak kedua, sejumlah perubahan dilakukan Persik. Rendi Irawan dimasukkan, untuk menambah kreatifitas serangan. Selain itu, satu pemain juga ditugaskan untuk mengawal pergerakan Ongfiang.

Strategi ini cukup berhasil, Ongfiang yang bisa “menari-nari” dibabak pertama, berhasil diredam. Serangan yang dibangun Persik pun, lebih tajam dan bisa menciptakan peluang. Namun peluang tersebut masih dimentahkan oleh lini pertahanan Sriwijaya FC.

Sementara Sriwijaya FC, sedikit mengendurkan tempo permainan. Bermain dengan santai dan displin dengan mengandalkan serangan balik, sesekali pemain-pemain Sriwijaya FC menciptakan peluang yang membahayakan gawang Persik.

Dimenit ke-62, Anis Nabar nyaris menambah keunggulan. Berdiri bebas dilini pertahanan Persik, Anis Nabar tidak mampu menceploskan bola  ke gawang Persik yang sudah ditinggalkan Teddy Heri Setiawan.

Bola hasil tendangannya, membentur pemain Persik Khusnul Yuli. Bola rebound yang coba dimanfaatkan Asri Akbar berhasil diamankan oleh kiper Persik. Sementara itu, Persik juga gagal memanfaatkan peluang yang didapatkan. M Fakhruddin yang berdiri bebas di kotak pinalti, gagal memanfaatkan umpan tarik dari Fortune Udo. Bola hasil tendangannya, justru melambung diatas gawang Sriwijaya FC  yang dikawal Fauzi Toldo.  Sampai peluit panjang dibunyikan, skor tidak berubah tetap 2-0 untuk keunggulan Sriwijaya FC.

“Hasil ini, adalah buah dari kerja keras semua pemain. Dua gol yang tercipta, juga dari lini kedua. Mudah-mudahan ini, awal yang baik bagi kita diputaran kedua,” kata pelatih kepala Sriwijaya FC, Subangkit yang dibincangi usai pertandingan.

Sementara itu Asisten Pelatih Persik Kediri, Musikan menyebut kekalahan anak asuhnya tersebut disebabkan faktor kelelahan. Menurutnya, kurangnya masa recovery membuat pemain-pemain Persik kurang berkosentrasi dilapangan sehingga membuat berbagai kesalahan. “Tetapi inilah sepakbola, kita akui kekalahan ini,” tukasnya.

 

TEKS        : IQBAL

EDITOR       : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster