Lakukan Manipulasi Data, 100 Honorer K2 Dianulir

 55 total views,  3 views today

PALEMBANG – Kurang lebih sebanyak 100 honorer kategori dua, yang lulus dalam seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) beberapa waktu lalu, harus gigit jari untuk bisa menjadi abdi negara. Pasalnya, kelulusan mereka dianulir karena setelah dilakukan verifikasi data, dokumen tidak sesuai.

“Banyak yang tidak penuhi syarat, karena ditemukan memanipulasi data. Misalnya, syarat untuk honorer K2 diangkat harus bekerja dibawa tahun 2005. Jadi jika ada yang melakukan kolusi, dengan memalsukan data tersebut maka terpaksa kami coret. Jumlahnya, ada sekitar 100 honorer yang kami anulir,” kata Kepala Inspektorat Kota Palembang, Toto Suparman, Rabu, (21/5).

Toto mengatakan, tes CPNS tahun 2013 lalu, Pemkot Palembang memang tidak membuka lowongan untuk kategori umum melainkan dari honorer K2. Dari 1.574 honorer K2 yang ikut seleksi, hanya 833 orang yang dinyatakan lulus sebagai PNS.

“Tetapi dari 833 honorer K2 yang lulus tersebut, Inspektorat kembali melakukan verifikasi secara menyeluruh. Hasilnya, kami menemukan ada kolusi terhadap honorer K2 yang lulus seleksi CPNS tersebut,” bebernya.

Ditanya mengapa honorer K2 yang dianulir tersebut sebelumnya bisa mengikuti seleksi CPNS, padahal sebelumnya juga sudah dilakukan verifikasi ? Toto mengaku, tidak mengetahui pasti. Tetapi ia meyakini, ada permainan antara petinggi dengan honorer K2 tersebut.

“Misalnya saat kami menanyakan data kepada petinggi honorer K2 tersebut, apakah dia (honorer K2) sudah bekerja sejak tahun 2004. Oknum petinggi itu, langsung menjawab iya. Nah disanalah kami yakini ada permainan, ditambah lagi ada pengaduan honorer yang tidak lulus honorer K2 yang merasa heran teman satu angkatannya menjadi honorer bisa lulus seleksi CPNS,” ucapnya.

Namun tegas Toto, untuk proses seleksi honorer menjadi honorer K2, itu bukan rana Inspektorat. Karena menurutnya, hal itu menjadi kajian Badan Kepegawaian Daerah (BKD). “Saya akan proses masalah itu ke BKD, kemudian akan mendata kembali, apakah bisa dilaporkan ke polisi atau tidak. Yang pasti itu wewenang BKD, inspektorat hanya merekomendasikan,” ucapnya.

Toto menyebutkan kembali, banyaknya hasil temuan tersebut, membuktikan kalau pengangkatan CPNS K2 sarat kolusi. Seharusnya, untuk memperbaiki penerimaan CPNS dilakukan secara optimal, sehingga berlangsung lebih transparan dan bersih. “Membuat dokumen palsu, adalah perbuatan melanggar hukum dan merugikan CPNS lainnya yang sebenarnya lebih berhak diangkat menjadi CPNS,” sebutnya.

Ditanya, 100 honorer K2 yang dianulir tersebut berasal dari instansi apa ? Toto menjawab, tidak bisa menyebutkan secara pasti, tetapi berasal dari pendidikan. “Dari pendidikan yang paling mendominasi melakukan manipulasi data, saya tidak bisa sebutkan secara pasti, yang pasti tidak bisa lagi lulus,” tukasnya.

 

TEKS          : ALAM TRIE PUTRA

EDITOR        : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com