Festival Sriwijaya ke-22 akan Libatkan Seniman di Sumsel

 460 total views,  2 views today

PALEMBANG – Festival Sriwijaya ke-22, yang akan digelar di Taman Purbakala Sriwijaya (TPKS), Palembang, akan menjadi ajang bagi seniman-seniman di Sumsel untuk menunjukkan eksistensinya.

Sebab menurut Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sumsel, Firmanjaya, pada pelaksanaan Festival Sriwijaya tersebut, Disbudpar akan melibatkan pelaku seni di Sumsel.

“Seniman akan kita libatkan dalam festival nanti, karena dari tangan merekalah karya-karya bisa dipandang dan dihargai oleh semua kalangan. Selain itu, kami juga sudah melakukan pendekatan dengan pelaku seni, guna mensukseskan festival yang mengangkat sejarah Kerajaan Sriwijaya ini,” kata Firmanjaya yang dibincangi, Rabu (21/5).

Menurut Firmanjaya,  festival tersebut direncanakan akan diikuti oleh negara-tetangga seperti, Malaysia, Thailand, Singapore, Kerajaan Malaka. Perwakilan tiap negara tersebut jelasnya, sudah memastikan ikut berpartisipasi.

Firman menambahkan, pagelaran ini diambil tema Sriwijaya Historical Tourism yang bermaksud mengangkat sejarah kejayaan Sriwijaya pada masanya dahulu. Ia mengharapkan, pagelaran ini, dapat memberikan nilai edukasi tersendiri bagi semua masyarakat yang ikut dalam festival tersebut terkhusus bagi masyarakat asli yang kenal lebih dalam tentang Kerajaan Sriwijaya.

“Kita upayakan ada perubahan pada tahun ini, sebab kita rasakan tahun-tahun sebelumnya pagelaran ini terlihat monoton. Makanya kita pakai TPKS, supaya ada suasana yang baru karena di sana banyak peninggalan masa kerajaan,” ujarnya.

Sebelumnya Gubernur Sumsel, H Alex Noerding menerangkan, Festival Sriwijaya adalah sebagai bentuk apresiasi pemerintah bersama masyarakat, untuk mengenang kejayaan Sriwijaya.

“Ini adalah pagelaran yang sudah ke-22, artinya kita bersama masyarakat tidak pernah melupakan sejarah yang telah diukir pada masa Kerajaan Sriwijaya dulu. Dengan adanya Festival Sriwijaya, kita kenalkan kepada daerah luar maupun internasional akan keindahan budaya yang kita miliki,” sebut Alex.

 

TEKS           : IMAM MAHFUZ

EDITOR        : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster