Baru Dua Pasar Penuhi Standar

 242 total views,  2 views today

Salah satu penjual ikan di pasar Cinde, Palembang. foto ; Iwan Cheristian

Ilustrasi Pasar

PALEMBANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Palembang menghimbau kepada seluruh pedagang di pasar tradisional di Palembang, untuk mematuhi berat ukur timbangan sesuai standar nasional Insonesia (SNI).

Apabila masih ditemukan ada pedagang yang melanggar maka kata Kepala Disperindagkop Kota Palembang, Syahrul Hepni, makan akan ditindak tegas. Apalagi kata Syahrul, dari 40 pasar tradisional yang ada di metropolis baru ada dua pasar yang sudah memenuhi standar SNI yakni Pasar Plaju dan Sekip.

Menurutnya, belum terlaksananya timbangan yang tepat ukur tersebut, dikarenakan keterbatasan peralatan tera ukur timbangan. “Di Palembang baru ada dua pasar yang sudah memenuhi standar SNI, sementara untuk pasar lainnya, masih dalam proses penyempurnaan,” terang Syahrul yang dibincangi, Rabu (21/5).

Menurut Syahrul, Disperindag Kota Palembang hanya mengikuti Disperindag Sumsel. Sebab Disperindag Sumsel belum memiliki Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) tera ukur. “Peralatannya masih sangat terbatas, tetapi kami sering turun ke lapangan bersama tim dalam melakukan tera ukur timbangan, sdikitnya dua kali seminggu,” jelasnya.

Ditanya adakah sanksi tegas bagi pedagang, yang masih menggunakan timbangan tidak sesuai standar, Syahrul menjawab, untuk tahap awal dilakukan dialog. Sehingga para pedagang, bisa memahami kehendak konsumen agar timbangan sesuai SNI. “Apabila masih juga melanggar, tim gabungan provinsi dan kota akan mendatangi pedagang tersebut, dan menukar timbangan mereka dengan timbangan SNI,” bebernya.

Lebih jauh Syahrul menjelaskan, pihaknya bersama tim dari provinsi rutin memberikan pembinaan terhadap pedagang di pasar tradisional, minimal tiga bulan sekali. “Kami berikan penyuluhan, bagaimana berdagang dengan baik, tera ukur sesuai standar, lingkungan pasar bersih dan masih banyak lagi pembinaan lainnya,” jelasnya.

Syahrul menghimbau seluruh pedagang, agar mentaati aturan yang ada. Sehingga kenyamanan konsumen ketika belanja di pasar tradisional, dapat dirasakan. “Kalau banyak terjadi kecurangan, otomatis konsumen akan malas. Sehingga menyebabkan pasar akan sepi pengunjung, tetapi pada dasarnya hal tersebut tergantung pribadi pedagang, apakah jujur atau tidak,” tukasnya.

 

TEKS           : ALAM TRIE PUTRA

EDITOR         : DICKY WAHYUDI

 

 

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster