Banyak Objek Pajak tak Jelas

 270 total views,  2 views today

pajak

Ilustrasi

PALEMBANG – Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang (SPPT) Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), baru mencapai 70 persen. Sementara realisasi pajak PBB, baru terealisasi 9 persen atau Rp 9,24 miliar, dari target PBB tahun 2014 sebesar Rp 95 miliar.

” Dinas Pedapatan Daerah (Dispenda), sudah diinstruksikan agar sisa 30 persen SPPT harus segera selesai disampaikan ke wajib pajak (WP) bulai Mei ini.  Karena hal tersebut berpengaruh terhadap realisasi dan tareget pajak,” kata Wakil Wali Kota Palembang, Harnojoyo yang dibincangi usai rapat koordinasi PBB di Hotel Swarna Dwipa, Palembang, Rabu (21/5).

Harnojoyo mengatakan, bagaimana WP mau membayar pajak tepat waktu sementara SPPT belum disampaikan. Artinya SPPT harus secepatnya disampaikan. “Yah, baru sekitar satu bulan SPPT disampaikan. Alhamdulillah sudah 70 persen selesai, harapan kita kedepan dengan adanya rapat ini, bisa mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari PBB,” ucapnya.

Harnojoyo menyebutkan, batas akhir pembayaran PBB adalah September. Biasanya WP, membayarkan PBB pada saat akhir waktu. “Harusnya tidak harus menunggu masa akhir waktu, sebab jika terlambat membayar PBB bisa dikenakan sanksi denda dua persen dari nilai pajak,” himbaunya.

Sementara itu, Kepala Dispenda Palembang, Agus Kelana mengatakan, Dispenda akan memberikan penghargaan bagi WP yang membayarkan PBB tepat waktu. “Cukup banyak hadiah yang kami siapkan, diantaranya mobil, rumah, motor, dan masih banyak lagi hadiah lainnya. Hal tersebut dilakukan, untuk memotivasi masyarakat agar membayar pajak tepat waktu,” ujarnya.

Sambung Agus, dari 298 ribu SPPT saat ini baru 70 persen terlaksana. Dengan adanya rapat tersebut, Dispenda sudah menemukan solusi terhambatnya penyebaran “Ternyata masih banyak objek pajak yang belum jelas, karena sebagian datanya kami terima dari Direktorat Jenderal (Dirjen) Pajak sebagai piutang negara,” ungkapnya.

Agus menambahkan, untuk melakukan pendataan, Dispenda akan menggandeng pihak ketiga guna melakukan updet data.  “Secara bertahap objek pajak yang belum terdata, akan kami akan data,” tukasnya.

 

TEKS              : ALAM TRIE PUTRA

EDITOR         : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster