Rusak Pagar Warga, Sat Pol PP Dipolisikan

 292 total views,  2 views today

Ilustrasi Pol PP

Ilustrasi Pol PP

PALEMBANG, KS – Tidak terima lantaran pagar seng yang membatasi lahan seluas 500 meter milik Reni Anggraini (28), di Jalan Soekarno Hatta Kelurahan Talang Kelapa Palembang, telah dirusak Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP), Selasa (20/5/2014).

Reni melaporkan Sat Pol PP Palembang ke Sentral Pelalayan Kepolisian Terpadu (SPKT) Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan (Sumsel). Atas kejadian itu, Reni menderita kerugian hingga Rp 10 juta. Ia berharap, polisi segera mengusut laporannya dan memanggil Sat Pol PP Palembang untuk diperiksa sebagai terlapor.

Dikatakan Reni, kejadian bermula saat ia melihat sejumlah anggota Sat Pol PP Palembang berada di sekitar tanah yang menurut Reni adalah miliknya. Pemandangan ini membuat Reni dan keluarga terkejut karena ia belum menerima kabar akan kedatangan Sat Pol PP Palembang ke lokasi tempat tanahnya berada. “Kami melihat pagar seng yang kami bangun sudah rusak. Lalu, sebanyak 10 keping seng diangkut oleh petugas Pol PP Palembang ke dalam mobil dump truck,” kata Reni.

Selain 10 keping seng, lanjut Reni, 10 batang kayu gelam, 18 kayu tiang meranti, dan 30 keping papan juga diangkut petugas Pol PP Palembang. Ketika ditanya mengapa Pol PP Palembang merusak pagar miliknya, Reni hanya disodorkan map hijau tanpa diperlihatkan isi dari map tersebut.

Saat hendak memegang map itu, Reni dilarang oleh petugas Sat Pol PP Palembang. “Mereka memang pernah merusak pagar beton milik kami. Sekarang, mereka merusak pagar seng milik kami dengan dalih tidak ada izin. Padahal, untuk mendirikan pagar seng, tidak harus ada Izin Mendirikan Bangunan,” kata Reni.

Dijelaskan Reni, tanah yang ditutupi pagar seng yang dirusak oleh Sat Pol PP Palembang murni milik orangtuanya. Selama ini, tidak ada sengketa kepemilikan tanah tersebut. Ia juga memiliki seritifikat tanah yang asli. Namun, secara tiba-tiba, pagar seng yang membatasi tanah itu dirusak oleh Sat Pol PP Palembang.

Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Djarod Padakova, sudah menerima laporan korban. Laporan Reni diterima dengan Surat Laporan Nomor LPB/145/V/2014/SUMSEL. “Akan kita dalami laporan itu dengan melihat bukti yang diajukan pelapor. Jika memang bersalah, akan diproses sesuai hukum yang berlaku,” kata Djarod.

Sementara itu, Tatang Dukadireja, Kasat Pol PP Palembang membenarkan jika anggotanya  memproses pagar seng di lokasi yang dilaporkan Reni. Menurutnya, Sat Pol PP Palembang hanya menjalani perintah eksekusi dari Pemkot Palembang. “Tanah itu sudah dibebaskan oleh Pemkot Palembang dan kini milik Pemkot Palembang. Kami hanya diperintah mengeksekusi pagar seng yang berdiri di sekitar tanah tersebut,” kata Tatang.

Terkait adanya laporan yang ditujukan kepada Sat Pol PP Palembang, Tatang tidak terlalu memikirkannya. Ia menilai, itu hak dari seluruh warga untuk membuat laporan di kepolisian.

Dirinya juga siap jika sewaktu-waktu Polda Sumsel memanggil dirinya untuk dimintai keterangan. “Kita hanya menjalani perintah. Kita juga punya bukti surat perintah dari Pemkot Palembang,” kata Tatang.

 

TEKS   : OSCAR RYZAL

EDITOR : IMRON SUPRIYADI

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster