Fraksi Penuh Jadi Perbedaan Pendapat

 261 total views,  2 views today

Ilustrasi Anggota DPR | Dok KS

Ilustrasi Anggota DPR | Dok KS

PAGARALAM – Pasca penetapan kursi dan Caleg terpilih Anggota DPRD Kota Pagaralam periode 2014-2019, menuai berbagai pendapat mengenai pembentukan jumlah fraksi penuh  dan fraksi gabungan pada parlemen Kota Pagaralam.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Pagaralam Hendri SE melalui Komisioner Divisi Hukum Yenli Elmanoferi SE mengatakan, sejauh ini undang-undang yang mengatur jumlah kursi penuh dan gabungan belum berubah atau belum direvisi. Masih mengacu kepada undang-undang tentang tata cara penyusunan kedudukan anggota DPR, MPR tahun 2008.

“Jumlah fraksi penuh di parleman Kota Pagaralam, minimal 3 kursi. Sehingga jumlah fraksi di DPRD Kota Pagaralam akan bertambah, sedangkan sebelumnya hanya 2 kursi penuh yakni fraksi Golongan Karya (Golkar) dan fraksi Partai amanat Nasional (PAN) yang mencapai target masing-masing 3 kursi. Selebihnya fraksi gabungan,” kata Yenli, kemarin (20/5).

Menurutnya, hasil Pemilu kali ini (2014-red) ada 5 parpol meraih kursi penuh, diantaranya  Partai Golkar, Partai Gerakan Indonesia raya (Gerindera), Partai Nasional Demokrat (Nasdem), Partai Demokrasi Indonesia Perubahan (PDIP) dan Partai Bulan Bintang (PBB).

“Sebanyak 5 Parpol ini masing-masing diperidiksi akan membentuk fraksi penuh. Sementara parpol yang hanya meraih dua kursi dan satu kursi diperidiksi akan menjadi fraksi gabungan,” terangnya.

Terpisah, Ketua Partai Nasdem Didi Efriadi SH tak menampik bila membentuk jumlah fraksi di DPRD Kota Pagaralam.

“Apabila aturan yang mengatur tentang tata cara kedudukan anggota wakil rakyat ini masih menggunakan aturan lama, tentunya partai Gerindra dapat membentuk satu fraksi penuh,” paparnya seraya berujar sejauh ini pihaknya tengah menunggu perkembangan politik lebih lanjut, khususnya untuk kursi parlemen di Pagaralam.

Senada dikemukakan Ketua DPC Partai Gerindra Alpian Budiansyah. Ia mengatakan, pihaknya tengah menunggu informasi lebih jauh dari pimpinan pusat partai Gerindra.

“Jika peraturan belum berubah, berarti partai Gerindera mendapat kesempatan membentuk satu fraksi penuh,” ujarnya.

Terkait hal itu, Ketua DPC PDIP Kota Pagaralam Yumiza SE mengemukakan hal yang berbeda. Ia mengatakan, untuk membentuk satu fraksi penuh pada parlemen Kota Pagaralam mesti diisi 4 kursi tiap-tiap parpol bersangkutan. Sementara PDIP sendiri harus ada tambahan 1 kursi dari papol lainnya agar dapat membentuk satu fraksi penuh.

“Kita meraih 3 kursi pada pemilu 2014. Namun, jika ingin membentuk 1 fraksi penuh tentunya dibutuhkan penambahan satu kursi lagi dari parpol lainnya. PDIP diyakini dapat membentuk satu fraksi penuh,” kata anggota Dewan yang terpilih kembali ini.

Ia menambahkan, jika masing-masing parpol meraih 3 kursi dapat membentuk 1 fraksi, maka parpol yang meraih dua kursi maupun satu kursi akan terus melakukan ‘manuver’ politik untuk membentuk fraksi.

“Kendati demikian, segala sesuatunya mesti dilakukan proses lebih lanjut. Karena parpol yang tidak memperoleh fraksi penuh tidak dapat berdiri sendiri, jika tidak melebur menjadi satu atau membentuk fraksi gabungan,” tambahnya.

TEKS    ; ANTONI STEFEN

EDITOR  ; RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster