Cadangan Minyak Indonesia Semakin Menipis

 412 total views,  2 views today

Ilustrasi

Ilustrasi

JAKARTA – Saat ini, cadangan minyak Indonesia tersisa 3,6 miliar barel atau diperkirakan akan habis dalam kurun waktu 12 tahun terakhir bila tidak ditemukan cadangan baru.

Hal tersebut diungkapkan Seketaris Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Gde Pradyana, ditemui usai memberikan paparan dalam acara sarasehan antara wartawan dengan SKK Migas di Ruang Pertemuan SKK Migas, Gedung Wisma Mulia, Jakarta, Selasa (20/5), kemarin.

“Ya, dalam kurun waktu 50 tahun terakhir, Indonesia telah menguras 23 miliar barel cadangan minyak. Namun saat ini sisa  cadangan minyak sekitar 3,6 miliar barel,” tambahnya.

Ia menambahkan, agar cadangan minyak bertambah, pihaknya terus melakukan eksplorasi (pencarian), di beberapa wilayah di Indonesia yang menjadi mencari sumber minyak.

“Kita terus melakuakn kegiatan eksplorasi dibeberapa daerah yang menjadi sumber minyak. Sampai saat ini sedang dikerjakan,” ujarnya.
Untuk diketahui, lanjut Gede, penghasil minyak terbesar yakni di Riau berada di Lapangan Minya, Minas dan Duri. Selain itu sumber minyak dari Pertamina yaitu dari Sabang sampai Meraouke.

“Dua yang menjadi sumber minyak yakni ada di Riau dan Pertamina,” jelasnya.

Disinggung produksi untuk tahun 2015, Gede menjelaskan, pada 2015 mendatang ditargerkan produksi minyak mencapai 1 juta barel perhari.
Menurutnya, target tersebut lantaran blok Cepu yang berada di Kabupaten Bojonegoro akan diresmikan pada Agustus 2014 mendatang.

“Untuk blok capu akan kita resmikan Agustus nanti. Diperkirakan pada bulan November bisa produksi 80 ribu barel. Namun pada Januari 2015 diperkirakan bisa memperoduksi 165 ribu barel perhari. Sekarang kita lagi genjot pembangunan fisik blok Cepu, pungkasnya.

Teks     : Junaedi Abdillah

EDITOR    : IMRON SUPRIYADI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster