Awasi Distribusi Raskin, Ratusan TKSK Disebar

 264 total views,  2 views today

Ilustrasi Gudang Beras | Net

Ilustrasi Gudang Beras | Net

PALEMBANG – Sebanyak 227 Tenaga Kerja Sosial Kecamatan (TKSK), akan dikerahkan dan disebar untuk melakukan pengawasan dalam pelaksanaan distribusi beras untuk masyarakat miskin (Raskin) di 17 kabupaten/kota yang ada di Sumsel.

Mitra Dinas Sosial ini, akan memastikan raskin memenuhi standar dari ketentuan yang telah ditetapkan dan diterima oleh Rumah Tangga Sasaran (RTS), seperti yang terdata di Dinas Sosial.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Sumsel, Apriyadi menegaskan, pendayagunaan TKSK merupakan merupakan upaya pengawasan internal untuk program yang dikelola oleh Kementerian Sosial.

Para TKSK akan melakukan pemantauan ketepatan waktu distribusi, kualitas beras dan RTS penerima Raskin agar tidak terjadi praktek pelanggaran dan penyimpangan di lapangan. Diakui Apriadi, permasalahan Raskin di Sumsel sangat rentan terjadi karena belum sinkronnya data penerima Raskin.

Idealnya data penerima raskin di Sumsel berjumlah 419.000 lebih RTS menyesuaikan dengan data penerima BLSM. Sementara laporan yang diterima Dinsos, jumlah Raskin yang didistribusikan justru melebihi kebutuhan yang mencapai 429.000 lebih RTS.

”Ini merupakan upaya pembenahan yang kita lakukan setiap tahunnya. Jadi informasi mengenai kebijakan yang harus dilakukan, bisa cepat masuk ke kita (Dinsos) untuk segera diambil solusinya,” terang Apriya yang dibincangi di Pemprov Sumsel, Selasa (20/5).

Menurutnya, 227 orang TKSK tersebut nantinya segera mungkin melakukan pantauan langsung ke lapangan, terhadap penyaluran raskin. Kondisi ini didasarkan, banyaknya proses pendistribusian raskin yang mengalami penyimpangan. “Jadi, TKSK ini nantinya melaporkan setiap bentuk temuan ke kita. Semacam pengawas pada proses penyaluran,” jelas dia.

Ia mensinyalir, dari jumlah RTS yang berhak menerima raskin tersebut, masih banyak warga yang belum menerima program bantuan pemerintah pusat tersebut. “Ketidak cocokan data dengan temuan di lapangan inilah yang akan kita benahi kedepannya,” imbuh dia.

Sementara itu, Kepala Perum Bulog Divre 3 Sumsel, Bambang Napitupulu menambahkan, besaran alokasi raskin tahun ini masih sama dengan tahun sebelumnya yakni 6.293.685 kilogram per bulan atau sebesar 75.524.220 kilogram, dalam setahun yang dibagikan pada 419.579 RTS.

“Kabupaten/kota pemekaran seperti PALI dan Muratara sudah mendapat alokasi raskin. Besarannya, Kabupaten PALI mendapatkan alokasi 10.012 RTS sedangkan Muratara sebanyak 11.198 RTS. Palembang sendiri, tercatat sebagai daerah penerima raskinnya terbanyak mencapai 72.178 RTS. Sedangkan yang terendah adalah Pagaralam dengan 5.486 RTS,”  bebernya.

Sementara itu Wakil Gubernur (Wagub) Sumsel, Ishak Mekki meminta agar pemerintah kabupaten/kota, sudah dapat melaksanakan Program Raskin 2014 tanpa adanya hambatan. “Kita imbau secepatnya Surat Permintaan Alokasi (SPA) penerima raskin tersebut diterbitkan, agar masyarakat berpenghasilan rendah segera menerima distribusi tersebut,” tukasnya.

 

TEKS            : IMAM MAHFUZ

EDITOR         : DICKY WAHYUDI

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster