SP2J Kembali Terapkan Karcil Manual

 291 total views,  2 views today

Bis Trans Musi

Bus Trans Musi | Dok KS

PALEMBANG – PT Sarana Pembangunan Palembang Jaya (SP2J), kembali menerapkan karcis manual bagi penumpang Bus Rapit Transit (BRT) Transmusi, terhitung sejak 21 April lalu. Manager Divisi Transportasi Transmusi, Imbar Yudha Alit menyebut, penerapan karcis manual itu dilakukan untuk meningkatkan pendapatan Transmusi.

Ia mengaku,  sejak diterapkan karcis manual, jumlah penumpang Transmusi mengalami peningkatan dibandingkan saat penggunaan smard card. “Jumlah penumpang terus meningkat, bulan lalu mencapai 5 ribu penumpang perhari saat ini sudah meningkat menjadi 8 ribu penumpang perhari di seluruh koridor,” terang Yudha, Senin (19/5).

Menurutnya, peningkatan jumlah penumpang ini kontribusi terbesar disumbangkan oleh koridor Palembang-Indralaya, yang mencapai dua ribu penumpang perhari, kalau dikalkulasikan mencapai angka Rp 12 juta per hari. “Tetapi pada hari libur, pendapatan mengalami penurunan drastis karena bus Unsri-Indralaya tidak operasional,” ucapnya.

Ia juga menjelaskan, sejak diterapkan karcis manual tersebut pengisian saldo smard card tidak bisa dilakukan atau dengan kata lain, Trans Musi tidak lagi melayani pengisian saldo untuk smard card.  Namun, masyarakat yang masih mempunyai saldo tetap dapat melakukan tapping.

Ia juga menjelaskan, pada tahun pertama keberdaan transmusi, PT SP2J harus membayarkan tunggakan mencapai Rp 85 juta per bulan. Kemudian tahun kedua Rp 135 juta per bulan dan tahun ketiga Rp 115 juta per bulan.

Jika menggunakan karcis manual 18 ribu buku dengan 100 lembar, untuk per tiga bulan hanya Rp 45 juta. Artinya, terjadi selisih yang sangat besar ketika menggunakan smard card dan karcis manual. “Karcis manual sudah dicetak. Saat ini sudah mencapai karcis manual untuk Indralaya-Palembang yang diperuntukan untuk 25 unit armada,”sebutnya.

Ditanya, kebenaran soal armada transmusi yang akan ditarik deler, Yudha membenarkan hal tersebut. Menurutnya, manajemen kesulitan untuk membayar cicilan 30 unit armada baru. Bahkan, ada beberapa bus yang belum dibayarkan sama sekali. “Setahu saya, kewajiban untuk membayar cicilan armada baru, sudah dibayarkan 30-40 persen oleh pemkot,” tukasnya.

 

TEKS           : ALAM TRIE PUTRA

EDITOR         : DICKY WAHYUDI

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster