Sekolah Wajib Gunakan Furniture Rotan

 227 total views,  2 views today

IKM Pengrajin Rotan | Dok KS

Pengrajin Rotan | Dok KS

PALEMBANG – Dalam rangka memberikan nilai lebih terhadap industri rotan sekaligus menindak lanjuti Peraturan Menteri Perdagangan, yang melarang ekspor rotan mentah, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatra Selatan (Sumsel), berencana untuk mewajibkan penggunaan furniture berupa meja dan kursi yang berbahan baku rotan di seluruh sekolah, yang ada di wilayah Sumsel.

“Rencananya nanti seluruh sekolah yang ada di Sumsel akan menggunakan furniture dari rotan untuk kursi dan mejanya, rencana ini sudah dilaporkan kepada gubernur dan saat ini sudah kita lakukan pemantapan berupa rapat teknis dengan semua pihak terkait termasuk BUMN dan BUMS,” kata Kepala Bidang (Kabid) IKM, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumsel, Afrian Joni, Senin (19/5).

Selain keterbatasan jumlah kayu yang kian hari kian menipis, alasan lain pemprov Sumsel menggunakan furniture dari rotan untuk sekolah, tidak lain untuk menjaga kondisi alam. Joni menjelaskan, saat ini terdapat sekitar 400 orang pengrajin rotan di Sumsel, dengan kapasitas produksi sebesar 10 unit/5 hari. “Dengan jumlah yang ada ini, pastinya IKM kita tidak mampu memenuhi kebutuhan furniture, makanya sekarang kita terus berikan pelatihan dan persiapan lain,” bebernya.

Disinggung mengenai langkah proteksi yang akan dilakukan oleh pemprov atas masuknya barang kerajinan rotan dari daerah lain, mengingat tingginya angka permintaan barang khususnya yang berasal dari Cirebon,  Joni yakin produk kerajinan rotan dari Sumsel tidak akan kalah bersaing dengan daerah lain.

“Dari sisi HPP jelas kita bisa lebih murah, selisihnya bisa sampai 3000 ribu/unit. Jadi kita yakin masih bisa bertahan. Selain itu, kita juga akan akan atur spesifikasinya furniturenya, untuk menggunakan jenis rotan yang ada di Sumsel,” tegasnya.

Melalui penerapan kebijakan ini, Disperindag berharap kedepan ada peningkatan jumlah lapangan kerja, khususnya yang berada di daerah pengrajin rotan seperti Palembang, Musi Rawas (Mura), Musi Banyuasin (Muba), Lubuk Linggau dan Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). “Kita juga harap ada investasi dari para pengrajin di Cirebon, untuk membuat pabrik mereka di Sumsel,” terangnya.

Dalam kesempatan ini, Joni juga menuturkan dukungan pemeritah pusat atas program yang rencananya akan dilaksanakan oleh pemprov, mulai pertengahan tahun ini. “Pemerintah pusat juga sudah membentuk tim namanya P3FR (penggerah peningkatan penggunaan Furniture rotan,” tukasnya.

 

TEKS              : IMAM MAHFUZ

EDITOR         : DICKY WAHYUDI

 

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster