Retribusi Naik, Tapi 4 Hari Sampah Dibiarkan

 310 total views,  2 views today

Tumpukan Sampah yang ada di Pasar Inpres Pendopo  PALI

Tumpukan Sampah yang ada di Pasar Inpres Pendopo PALI

PALI – Ratusan pedagang di Pasar Inpres Pendopo menjadi resah. Bau busuk menyengat dan menusuk hidung karena sudah empat hari belum diangkut UPTD Kebersihan dan Pertamanan.

“Baunya busuk, pak. Kami tidak tahan lagi. Dulu katanya tidak bakal numpuk lagi, ini Buktinya tambah parah,” kata salah satu pedagang sayur yang enggan disebut namanya.

Pantauan KabarSumatera, tumpukan sampah meluber memenuhi badan jalan. Kesan jorok timbul dengan sendirinya. Dan lalat-lalat pun beterbangan diantara barang dagangan pedagang. “Ada kawan sampai tidak jualan karena tidak tahan baunya,” katanya.

Sejumlah pedagang menyesalkan, sebab sejak tahun 2014 ini mereka dipungut biaya kebersihan sebesar Rp 10.000,- per bulan diluar retribusi pasar. Padahal sebelumnya pungutan seperti itu tidak pernah ada. “Seharusnyakalau sudah bayar iuran sampah, pasar ini tambah bersih, bukan tambah jorok  seperti ini,” jelas pedagang ikan dengan dialek PALI yang kental.

Yenni Rahmah BA kepala UPTD Kebersihan dan Pertamanan mengakui, bila sampah di Pasar Inpres belum diangkut selama empat hari. “Seperti biasa, dik, mobil kami tidak bisa lewat. Jalannya rusak dan belum diperbaiki,” kata wanita yang sudah 11 tahun mengurus sampah Talang Ubi itu.

Yeni berjanji, setiap hari akan mengontrol perkembangan jalan yang biasa dilalui truk pengangkut sampah menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di KM 9 Handayani Mulia. “Tiap hari kami cek, kalau truk sudah bisa lewat sampahnya pasti kami angkut” kata Yeni.

 

TEKS : INDRA SETIA HARIS

EDITOR : IMRON SUPRIYADI

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster